DENPASAR, lintasbali.com – Jambore Ranting Denpasar Barat tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat, 10 Oktober 2025 di Lapangan SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu, 12 Oktober 2025 mengusung tema “Menjadi Pramuka yang Berinovasi, Memiliki Kesadaran Bermakna dan Menggembirakan”, serta diikuti oleh 200 Pramuka Penggalang dari delapan gugus depan inti tingkat sekolah dasar se-Kwartir Ranting Denpasar Barat.
Pembukaan Jambore Ranting Denpasar Barat tahun 2025 ditandai dengan pelepasan burung oleh Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, S.STP., M.Si selaku pembina upacara dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta.
Dalam amanatnya, I Wayan Yusswara menyampaikan apresiasi terhadap semangat para peserta dan pembina yang telah mendukung terselenggaranya jambore ini. Ia menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai agen perubahan yang kreatif dan peduli terhadap lingkungan serta sesama.
“Pramuka harus menjadi teladan yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mampu berinovasi dan membawa semangat positif di lingkungannya. Jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi juga ruang belajar bersama untuk menjadi pribadi yang sadar, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Yusswara yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Denpasar Barat.
Jambore Ranting Denpasar Barat tahun 2025 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan rekreatif yang bertujuan menumbuhkan kemandirian, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebersamaan antar anggota Pramuka Penggalang.
Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis Kwartir Ranting Denpasar Barat dalam membina generasi muda yang tangguh dan berkarakter, sekaligus menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Yusswara berpesan untuk menjadikan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan keberanian mengambil keputusan. Menjadi contoh yang baik bagi teman-teman, bahwasanya Pramuka Penggalang adalah generasi muda yang bertanggung jawab dan berkarakter. Bersahabatlah dengan alam, saling menghargai, dan saling membantu satu sama lain.
Sebagaimana kita tahu, Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau berkemah. Tapi ini adalah wadah pembinaan karakter.
“Maka, saya berharap Jambore ini menjadi titik tolak bagi kalian semua untuk menjadi pribadi yang sadar makna, menggembirakan bagi sesama, dan berinovasi untuk masa depan yang lebih baik. Pramuka harus menjadi teladan yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mampu berinovasi dan membawa semangat positif di lingkungannya,” pungkasnya. (LB)





