DENPASAR, lintasbali.com – Setelah sempat tertunda, Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) kembali menghadirkan Sanur Village Festival (SVF). Tahun 2025 menandai pelaksanaan festival yang ke-18, yang akan digelar pada 7–9 November 2025 di Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur.
Mengusung tema “Guna Dusun”, festival ini mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan serta kelestarian alam, sekaligus mempererat hubungan antar manusia dan lingkungan sekitarnya. SVF 2025 dirancang untuk memadukan keindahan budaya Bali dengan semangat kebersamaan melalui beragam kegiatan seni, musik, kuliner, budaya, serta gaya hidup berkelanjutan.
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), Ida Bagus Gede Sidharta Putra saat ditemui pada Senin, 27 Oktober 2025 di Sanur mengatakan, festival tahunan yang telah menjadi ikon kawasan pesisir Kota Denpasar ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi Sanur secara lebih luas.
“Tujuan festival ini agar orang datang menikmati Sanur Festival sekaligus mengenal destinasi lain di sekitarnya,” ujar Sidharta.
Makna “Guna Dusun”
Tema “Guna Dusun” terinspirasi dari karya sastra geguritan Selampah Laku ciptaan tokoh spiritual Sanur, Ida Pedanda Gede Made Sidemen. Menurut Sidharta, tema ini bermakna bagaimana setiap individu dapat memberikan manfaat bagi daerah tempat mereka lahir dan hidup.
“Ini tentang bagaimana kita bisa memberi sumbangsih terhadap daerah kita sendiri, tempat kita mencari kehidupan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pariwisata harus memberikan guna bagi Sanur,” ungkapnya.
Rangkaian Kegiatan
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung selama lima hari, Sanur Village Festival ke-18 tahun ini akan digelar hanya tiga hari, namun dengan rangkaian acara yang tetap beragam dan sarat makna.
“Akan ada hiburan musik, kuliner, kegiatan lingkungan, wellness seperti yoga, serta Run to Sunfest. Kami juga menjajaki olahraga yang sedang populer seperti padel, menghadirkan seni instalasi, dan lomba fotografi,” jelasnya.
Sidharta menambahkan, keberhasilan SVF selama hampir dua dekade tak lepas dari kreativitas dan inovasi yang terus dikembangkan agar festival ini tetap menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat maupun wisatawan.
“Kami menyadari, untuk menjadi ajang tahunan yang dinanti, diperlukan kreativitas dan inovasi yang terus berkembang dan tidak boleh stagnan,” ujarnya.
Festival Bernilai Sosial dan Lingkungan
Lebih dari sekadar hiburan, Sanur Village Festival ke-18 juga menjadi wadah kreatif sekaligus ruang refleksi atas nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan.
“Festival ini adalah ruang kreatif bagi warga Sanur sekaligus gerakan komunitas yang peduli pada keberlanjutan. Nilai-nilai luhur budaya, sosial, dan lingkungan tetap kami jaga agar pariwisata Sanur berkelanjutan,” tegasnya.
Sidharta berharap penyelenggaraan SVF tahun ini kembali menegaskan peran Sanur sebagai destinasi yang aman, kreatif, dan inspiratif.
“Sejak awal, Sanur Festival telah menjadi simbol bahwa Sanur tetap hidup, aman, dan terbuka bagi siapa pun untuk berkarya,” katanya.
Menutup pernyataannya, Sidharta mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan agar penyelenggaraan Sanur Village Festival ke-18 Tahun 2025 berjalan sukses sesuai harapan.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar Sanur Village Festival ke-18 Tahun 2025 berjalan sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. (LB)




