News

ICA Bali Sambut Baik Terpilihnya Cok Ace Jadi Ketua PHRI Bali 2025-2030

DENPASAR, lintasbali.com — Musyawarah Daerah (Musda) XV Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali yang digelar pada Rabu, 3 Desember 2025 di Prime Plaza Hotel Sanur resmi menetapkan Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si sebagai Ketua PHRI Bali periode 2025–2030.

Terpilihnya tokoh pariwisata sekaligus akademisi yang akrab disapa Cok Ace ini disambut hangat oleh berbagai kalangan, termasuk dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali.

Ketua ICA BPD Bali, Chef Hendra Mahena, memberikan apresiasi dan ucapan selamat. Ia menilai bahwa kepemimpinan Cok Ace kembali akan membuka peluang besar bagi penguatan sinergi antara sektor perhotelan, restoran, dan industri kuliner Bali.

“Kami di ICA BPD Bali menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Cok Ace melanjutkan amanah sebagai Ketua PHRI Bali. Beliau adalah sosok visioner yang memahami dinamika pariwisata dan budaya Bali, sehingga kami yakin PHRI Bali akan semakin maju di bawah kepemimpinannya,” ujar Chef Hendra saat ditemui di Nusa Dua, Jumat, 5 Desember 2025.

Lebih lanjut, Chef Hendra menyatakan harapannya agar terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara PHRI Bali dengan ICA BPD Bali serta pelaku kuliner di Bali, terutama dalam memajukan mutu, kreativitas, dan daya saing kuliner lokal.

“Kami berharap dapat berkolaborasi lebih intens dalam program peningkatan SDM, inovasi kuliner, dan promosi gastronomi Bali sebagai bagian dari daya tarik pariwisata. Industri kuliner adalah wajah budaya, dan kami siap berjalan bersama PHRI untuk membawa Bali ke level yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Penetapan Cok Ace sebagai Ketua PHRI Bali ini diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat ekosistem pariwisata Bali yang berkelanjutan, berkualitas, dan berbasis budaya.

BACA JUGA:  Dewan PROPER KLHK RI Kunjungi 5 Binaan Unggulan Indonesia Power Bali PGU PLTDG Pesanggaran

Dengan terpilihnya kembali Cok Ace sebagai Ketua PHRI Bali, para pelaku industri berharap terciptanya arah baru yang semakin jelas dalam transformasi pariwisata Bali. Tantangan baru seperti krisis iklim, digitalisasi, hingga perubahan perilaku wisatawan menjadi agenda yang harus ditanggapi secara komprehensif.

Musda XV PHRI BPD Bali menegaskan bahwa kebangkitan pariwisata tidak akan tercapai tanpa kolaborasi, adaptasi, dan inovasi yang berkelanjutan. PHRI Bali di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu mewujudkan pariwisata yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga budaya dan alam Bali untuk generasi mendatang. (LB)

Post ADS 1