Business

Refleksi Akhir Tahun, Rai Budarsa: Tiga Pilar Utama Fondasi Keberlanjutan Perusahaan

DENPASAR, lintasbali.com – Menutup tahun 2025 yang penuh dinamika, Ida Bagus Rai Budarsa, Founder PT Hatten Bali Tbk, menyampaikan refleksi mendalam atas perjalanan perusahaan yang lebih dari dua dekade membangun industri wine di Indonesia.

Di tengah perubahan pasar, tantangan global, serta meningkatnya ekspektasi konsumen, Hatten Bali terus berpegang pada tiga pilar utama yang menjadi fondasi keberlanjutan perusahaan: kualitas produk, pemasaran yang berintegritas, dan sumber daya manusia yang unggul.

Bagi Rai Budarsa, kualitas bukan sekadar standar produksi, melainkan komitmen jangka panjang. Hatten Wines sejak awal dibangun dengan visi menghadirkan produk berkelas internasional yang tetap berakar pada karakter lokal Bali. Mulai dari pemilihan varietas anggur tropis, proses fermentasi yang terkontrol, hingga konsistensi rasa dan keamanan produk, seluruh tahapan dijalankan dengan disiplin tinggi.

“Refleksi akhir tahun ini menegaskan bahwa kepercayaan pasar hanya dapat diraih jika kualitas dijaga tanpa kompromi. Inovasi produk tetap dilakukan, namun selalu berpijak pada prinsip kehati-hatian dan penghormatan terhadap standar industri. Dengan pendekatan tersebut, Hatten Wines tidak hanya mempertahankan reputasi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelopor wine Indonesia,” papar Rai Budarsa saat ditemui pada Senin, 22 Desember 2025 di ruang kerjanya.

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, strategi pemasaran Hatten Bali diarahkan untuk membangun nilai merek (brand value), bukan hanya mendorong volume penjualan. Rai Budarsa menekankan bahwa pemasaran yang efektif harus mampu mengedukasi pasar, memperkenalkan cerita di balik produk, serta menanamkan pemahaman akan proses dan kualitas yang ditawarkan.

“Melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata, perhotelan, dan kuliner, Hatten Wines memposisikan diri sebagai bagian dari pengalaman gastronomi, bukan sekadar produk komersial. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran diukur dari kekuatan hubungan jangka panjang dengan mitra dan konsumen, bukan hanya capaian jangka pendek,” imbuh Rai Budarsa yang juga Penasehat Sanur Chef Community.

BACA JUGA:  OJK Gandeng Kowani Jadi Duta Literasi Keuangan

Di balik kualitas produk dan kekuatan merek, Rai Budarsa menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia adalah aset terpenting perusahaan. Tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia, khususnya tim penjualan yang menjadi ujung tombak interaksi dengan pasar.

Hatten Bali secara berkesinambungan mengadakan pelatihan, penguatan kompetensi, serta pembentukan budaya kerja yang menjunjung integritas, profesionalisme, dan rasa memiliki.

“Tim penjualan tidak hanya dituntut memahami produk secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, etika bisnis, dan pemahaman pasar yang matang. Dengan SDM yang berkualitas, proses penjualan tidak lagi bersifat transaksional, melainkan relasional dan berkelanjutan,” paparnya.

Refleksi akhir tahun ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan yang sehat hanya dapat dicapai melalui keseimbangan antara kualitas produk, strategi pemasaran yang tepat, dan pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Dirinya melihat masa depan Hatten Bali dengan optimisme yang terukur terus berinovasi tanpa melupakan nilai-nilai dasar yang telah membentuk perusahaan.

Dengan komitmen pada kualitas, pemasaran yang profesional, dan penguatan SDM, PT Hatten Bali Tbk siap melangkah ke tahun berikutnya sebagai perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi industri dan ekosistem yang lebih luas,” pungkasnya. (LB)

Post ADS 1