Pendidikan

Tantangan Era VUCA, ITB STIKOM Bali Lepas Mahasiswa Program Kuliah Magang ke Jepang

DENPASAR, lintasbali.com — ITB STIKOM Bali secara resmi melepas mahasiswa peserta program kuliah magang ke Jepang dalam pada Rabu, 7 Januari 2026 di aula kampus setempat. Program ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta adaptif terhadap tantangan zaman.

Pada pelepasan kali ini, tiga mahasiswa ITB STIKOM Bali yang akan mengikuti program kuliah magang ke Jepang adalah Ni Kadek Anita Setyari, Tarsisius Danrisius Tupen Lanan, dan Ni Made Ratih Purwasih. Secara keseluruhan, ITB STIKOM Bali telah memberangkatkan sekitar 500 mahasiswa untuk mengikuti program magang ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program kuliah magang ke luar negeri merupakan strategi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan era VUCA yang saat ini dihadapi dunia.

“Kita hidup di era VUCA, yaitu Volatility dengan perubahan yang cepat dan terus-menerus, Uncertainty atau masa depan yang sulit diprediksi, Complexity dengan banyaknya faktor dalam pengambilan keputusan, serta Ambiguity atau ketidakjelasan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, mahasiswa harus dibekali pengalaman global, etos kerja internasional, dan kompetensi lintas budaya,” ujar Dr. Dadang Hermawan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman magang di Jepang tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, serta mental tangguh yang sangat dibutuhkan di dunia kerja global.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak, menyampaikan bahwa program ini juga menjadi bagian dari solusi strategis dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

“Saat ini, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih berada di kisaran 35 persen. Semakin tinggi APK Dikti, maka semakin sejahtera masyarakat. Salah satu kendala utama lulusan SLTA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi adalah masalah keuangan. Karena itu, yayasan bersama ITB STIKOM Bali menghadirkan berbagai solusi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bangkitkan UMKM di Bangli, Bali Chef Community Siapkan Program Khusus

Ia memaparkan sejumlah solusi konkret yang telah dan terus dijalankan, seperti Program KIP Kuliah, gerakan satu keluarga satu sarjana, beasiswa yayasan, serta skema kuliah sambil magang atau bekerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

Program kuliah magang ke Jepang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pelepasan ini, ITB STIKOM Bali kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global dalam mencetak sumber daya manusia unggul di tengah dinamika dunia yang terus berubah. (LB)

Post ADS 1