DENPASAR, lintasbali.com – Upaya membangun literasi energi dan mengenalkan dunia kerja sejak usia dini terus dilakukan PLN UP3 Bali Selatan. Melalui kegiatan edukasi publik, PLN menerima kunjungan siswa kelas 3 SD Anak Emas Denpasar dalam program moving class yang digelar di Ruang Cempaka Lantai 3 PLN ULP Denpasar.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi anak-anak untuk mengenal profesi, khususnya di sektor ketenagalistrikan, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 3 SD Anak Emas Denpasar bersama wali kelas dan guru pendamping. Dalam suasana interaktif, para siswa mendapatkan pengenalan mengenai peran PLN dalam kehidupan sehari-hari, berbagai profesi yang terlibat di dalamnya, serta pemahaman dasar tentang penggunaan listrik yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Manajer PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran energi sejak dini.
“PLN tidak hanya berperan menyediakan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berbagi pengetahuan kepada publik. Melalui edukasi kepada anak-anak, kami berharap tumbuh pemahaman sejak dini tentang pentingnya listrik, keselamatan ketenagalistrikan, serta mengenal berbagai profesi yang ada di balik layanan kelistrikan,” ujar Alexander.
Ia menambahkan, pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja nyata dapat memperluas wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan cita-cita mereka di masa depan.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Ketika mereka dikenalkan pada dunia kerja dan pelayanan publik sejak dini, diharapkan akan tumbuh generasi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan menghargai proses,” tambahnya.
Dari pihak sekolah, wali kelas 3 SD Anak Emas Denpasar, Ibu Mila, mengapresiasi keterbukaan PLN dalam mendukung pembelajaran di luar kelas. Menurutnya, metode moving class memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa.
“Anak-anak sangat antusias karena mereka bisa melihat langsung lingkungan kerja dan bertanya secara langsung. Pembelajaran seperti ini membantu siswa memahami bahwa listrik yang mereka gunakan setiap hari di rumah dan sekolah melalui proses panjang dan dikelola oleh banyak profesi,” ungkap Ibu Mila.
Ia juga menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih menghargai fasilitas publik dan penggunaan energi secara bijak.
Melalui kegiatan edukasi publik ini, PLN menunjukkan perannya sebagai mitra masyarakat dalam mencerdaskan generasi muda. Sinergi antara dunia pendidikan dan PLN diharapkan terus berlanjut, sehingga anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman nyata yang membentuk pemahaman, kepedulian, dan kesadaran mereka sebagai bagian dari masyarakat pengguna energi listrik di masa depan. (LB)




