DENPASAR, lintasbali.com – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali melaksanakan aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Bambu Sandan, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Green Action 2026 yang mengusung semangat pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung.
Sebanyak 1.000 bibit tanaman yang ditanam terdiri dari 600 bambu, 100 kelengkeng, 100 jambu biji, 100 nangka, 50 pala, dan 50 beringin.
Pemilihan jenis tanaman tersebut tidak hanya bertujuan untuk mendukung penghijauan, tetapi juga memperkuat konservasi tanah dan air, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis kawasan sebagai penyangga sumber mata air.
Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kerta Lestari dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Camat Baturiti Sayu Made Parwati, Perbekel Desa Bangli I Made Adiasa, Kepala Lingkungan Banjar Sandan I Made Arta Wirawan, serta Bendesa Adat Sandan I Made Awan.
Turut hadir Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Selatan I Gusti Ayu Putu Dewi Antari, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan I Kadek Anom Dwi Paramita, serta Pjs. Danramil 1619-07/Baturiti Kapten Nyoman Warnata.
Dari jajaran manajemen PLN Indonesia Power UBP Bali, hadir I Dewa Gede Agung Putra Prayadnya selaku Specialist Tata Kelola Pembangkit.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa upaya menjaga bumi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan lingkungan.
Momentum penanaman pohon ini juga menjadi penanda rampungnya program bantuan instalasi penyaluran air bersih dari sumber mata air menuju kawasan Hutan Bambu Sandan. Infrastruktur yang dibangun meliputi jaringan pipa, mesin pompa listrik, rumah pompa, serta bak penampungan air.
Program ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan air secara berkelanjutan, baik untuk kawasan hutan maupun kebutuhan permukiman dan lahan pertanian masyarakat sekitar sebagai penjaga hutan lindung.
Selain pembangunan infrastruktur, PLN Indonesia Power UBP Bali juga memberikan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pengelolaan sistem air.
Inovasi yang diterapkan berupa kombinasi pompa listrik dengan teknologi pompa hidram hasil kolaborasi bersama Kodam IX/Udayana. Sistem ini memungkinkan pemenuhan kebutuhan air secara lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PLN Indonesia Power UBP Bali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. (Rls)





