DENPASAR, lintasbali.com – LPK Monarch Bali Dalung secara resmi membuka rangkaian kegiatan BRIGHT Hospitality Awareness 2026 pada Senin, 6 Juli 2026 di Aston Hotel Denpasar.
Kegiatan yang menjadi gerbang awal bagi seluruh peserta didik baru atau New Brighters ini dirancang sebagai proses pembentukan karakter, penguatan mental, serta pengembangan kompetensi sebelum memasuki pendidikan dan pelatihan di bidang hospitality.
Mengusung tema “Global Career Strength”, BRIGHT Hospitality Awareness menjadi program integrasi yang bertujuan membangun kesadaran diri, menanamkan budaya organisasi Monarch Bali, sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja nasional maupun internasional yang semakin kompetitif.
Rangkaian kegiatan diawali melalui program Five Days Self Identity yang berlangsung selama lima hari, mulai 6–10 Juli 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi, yakni satu hari di Aston Hotel Denpasar, tiga hari di GOR Purna Krida Kabupaten Badung, dan satu hari di Lapangan Bina Raga Desa Dalung, yang diikuti oleh 1.037 peserta.
Direktur Utama Monarch Bali Dalung, I Putu Rucita, SE., MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BRIGHT Hospitality Awareness bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan langkah awal dalam membentuk insan hospitality yang profesional dan berkarakter.
“Kepada seluruh New Brighters, saya mengucapkan Selamat Datang. Hari ini bukan sekadar awal mengikuti pendidikan dan pelatihan, tetapi merupakan awal dari sebuah proses pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan penguatan mental untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sebelum kalian memulai kuliah, kegiatan orientasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran diri agar harapan dan pandangan kita selaras, yang dikemas dalam rangkaian Five Days Self Identity,” ujarnya,” ujar Putu Rucita.
Ia menegaskan bahwa menjadi seorang New Brighter bukan hanya tentang mengenakan identitas atau menjadi bagian dari sebuah institusi, melainkan sebuah komitmen untuk terus bertumbuh dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, dan mentalitas.
“Sebagai seorang Brighter, kalian harus bertumbuh dengan penuh kesadaran. Setiap langkah harus didasari niat untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan. Kesadaran akan pentingnya disiplin, etika, dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam industri hospitality,” katanya.
Menurutnya, karakter disiplin menjadi pondasi utama kesuksesan. Kebiasaan datang tepat waktu, bertanggung jawab, konsisten dalam proses, serta menghargai aturan merupakan hal-hal sederhana yang membentuk profesional sejati.
Selain disiplin, para Brighters juga dituntut memiliki mental yang tangguh agar mampu bangkit, beradaptasi, dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan dunia kerja.
“Hospitality bukan hanya tentang melayani dengan senyum, tetapi tentang memiliki hati yang tulus untuk menghargai, memahami, dan memberikan pengalaman terbaik kepada orang lain. Hospitality adalah attitude, empati, komunikasi, dan kemampuan menciptakan kesan positif di mana pun kalian berada,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kompetensi menjadi modal utama memenangkan persaingan global.
“Industri hospitality tidak hanya mencari tenaga kerja yang pintar, tetapi pribadi yang memiliki integritas, sikap positif, kemampuan bekerja sama, dan semangat melayani sepenuh hati. Kalian datang ke sini bukan hanya untuk belajar, tetapi mempersiapkan diri menjadi insan hospitality profesional yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Menutup sambutannya, I Putu Rucita berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
“Saya berharap selama mengikuti BRIGHTNESS, kalian tidak hanya memperoleh informasi mengenai lingkungan belajar, tetapi juga membangun kesadaran, rasa memiliki terhadap lembaga ini, mempererat persaudaraan, serta menanamkan budaya belajar yang profesional sejak hari pertama. Mari jadikan masa pendidikan ini sebagai kesempatan emas untuk membentuk diri menjadi insan yang siap bekerja, siap berkarya, dan siap membawa nama baik Monarch Bali Dalung di mana pun kalian berada. Selamat mengikuti seluruh rangkaian BRIGHT Hospitality Awareness. Ikutilah dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Semoga dari tempat ini lahir generasi-generasi hospitality profesional,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha, I Nengah Yasa Adi Susanto, SH., MH, menjelaskan bahwa BRIGHT Hospitality Awareness merupakan proses awal pembentukan karakter peserta didik baru melalui penguatan nilai-nilai hospitality sebagai bagian penting dari pengembangan soft skill.
“Proses awal bagi peserta didik baru di LPK Monarch Bali dikemas dalam program BRIGHT Hospitality Awareness yang bertujuan membentuk pemahaman dan kesadaran para peserta didik sehingga memiliki keramahtamahan (hospitality) sebagai bagian dari pengembangan soft skill untuk pembentukan sikap dan perilaku di bidang pelayanan,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa BRIGHT Value Monarch Bali menjadi media untuk memahami budaya organisasi melalui berbagai aktivitas berbasis nilai yang membantu peserta menemukan keunggulan dan kepercayaan diri secara sadar.
“BRIGHT Hospitality Awareness merupakan integration program yang diawali dengan Five Days Self Identity, kemudian dilanjutkan dengan Self Growth melalui Psychology of Intrapersonal dan Self Intention sehingga semakin memperkuat soft skill para Brighters,” jelasnya.
Menurutnya, tema Global Career Strength menitikberatkan pada pengembangan karier internasional yang berkarakter dan berkelanjutan melalui penguasaan Global Mindset, International Competencies, dan Global Networking.
Ia menambahkan bahwa melalui Academic Excellence Program, Monarch Bali mengimplementasikan outcome-based training untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam aspek kompetensi, kewirausahaan, dan budaya kerja.
“Setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan, para Brighters akan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP melalui uji kompetensi. Monarch Bali juga telah membangun kerja sama dengan berbagai mitra untuk memfasilitasi internship, penempatan kerja, hingga kesempatan studi ke luar negeri. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu Melatih, Mensertifikasi, dan Menempatkan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh New Brighters memanfaatkan momentum BRIGHTNESS untuk menemukan nilai terbaik dalam diri dan membangun komitmen menuju masa depan yang gemilang.
“Melalui program BRIGHTNESS ini, mulailah menemukan value dalam diri kalian, bangun komitmen untuk siap berproses bersama Monarch Bali, dan mari kita tuju masa depan yang gemilang,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, M.A.P., turut memberikan apresiasi atas komitmen Monarch Bali dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri hospitality.
Kutipan sambutan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung dapat ditambahkan sesuai naskah resmi sambutan yang disampaikan pada acara.
Melalui BRIGHT Hospitality Awareness 2026, Monarch Bali Dalung menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, mental tangguh, serta wawasan global sehingga mampu bersaing dan berkarya di industri hospitality nasional maupun internasional. (Rls)





