DENPASAR, lintasbali.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mahendradatta bersama FISIP Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat kolaborasi akademik melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Pariwisata Kuliner: Menakar Urgensi Suara Lokal dalam Perumusan Kebijakan Publik.”
Kegiatan yang diselenggarakan di Kampus B Universitas Mahendradatta ini menghadirkan akademisi dari kedua perguruan tinggi, alumni, tokoh adat, serta mahasiswa sebagai ruang berbagi gagasan mengenai pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengembangan pariwisata kuliner yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Kuliah umum yang dimoderatori oleh Dr. Drs. I Wayan Sedia, M.I.Kom. menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Dra. Tri Yuningsih, M.Si. dari Universitas Diponegoro, Ni Putu Ari Setiawati, S.E., M.AP. dari Universitas Mahendradatta, serta Ida Bagus Alit Sudewa, S.H., M.AP., alumni Universitas Mahendradatta yang juga merupakan tokoh adat dan Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana kebijakan tersebut mampu mengakomodasi aspirasi, kebutuhan, dan kearifan masyarakat lokal.
Melalui pendekatan Pentahelix, sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang partisipatif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan potensi daerah.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mengkaji berbagai tantangan sekaligus peluang pengembangan pariwisata kuliner sebagai salah satu motor pembangunan daerah.
Dekan FISIP Universitas Mahendradatta menyampaikan bahwa penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu strategis nasional.
Selain memperkaya wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara FISIP Universitas Mahendradatta dan FISIP Universitas Diponegoro melalui penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Universitas Mahendradatta, Dr. I Wayan Sutrisna, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan bangsa.
Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Diponegoro melalui forum ilmiah seperti kuliah umum merupakan wujud nyata komitmen universitas dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak.
“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan pemikiran-pemikiran inovatif yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan publik serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mahendradatta, Dr. Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Mahendradatta Suyasa, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata penguatan jejaring antarperguruan tinggi.
Menurutnya, kemitraan strategis antarlembaga pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Yayasan Mahendradatta akan terus mendukung berbagai program akademik yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengembangan karakter generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat,” ungkapnya.
Penandatanganan PKS antara FISIP Universitas Mahendradatta dan FISIP Universitas Diponegoro diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, meliputi pengembangan pendidikan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FISIP Universitas Mahendradatta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang berkualitas, memperkuat jejaring kerja sama antarinstitusi, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan publik di Indonesia.
Kolaborasi yang telah terbangun diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama dan penyelenggaraan kuliah umum, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang mampu memberikan manfaat luas bagi sivitas akademika, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Rls)





