Business

Ascott Bali Sambangi JMSI Bali, Bahas Tren Pariwisata dan Strategi Kolaborasi Media

DENPASAR, BALI — Industri perhotelan Bali terus bergerak dinamis di tengah persaingan destinasi pariwisata yang semakin ketat. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian jajaran hotel di bawah Ascott Bali, yang melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Tim Marketing Ascott Bali dan JMSI Bali juga membahas perkembangan tingkat kunjungan wisatawan, kondisi okupansi atau tingkat hunian di masing-masing properti, hingga peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Tujuh perwakilan marketing dari berbagai properti Ascott di Bali hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah Sri Badjra, Assistant Marketing & Branding Manager Harris Hotel and Residences Sunset Road; Nidya, Marketing & Branding Manager Harris Hotel Tuban & Yello Kuta Beachwalk; Andi, Marketing & Branding Manager Harris Hotel & Residences Riverview dan POP! Kuta Beach; Metta, Marketing Executive Harris Hotel & Convention Denpasar; Cheryl, Marketing Executive Fox Hotel Jimbaran; Jemmima, Marketing & Branding Manager Citadines Berawa Beach Bali; serta Okta, Marketing & Branding Manager Maison Aurelia Sanur.

Salah satu topik utama yang mengemuka dalam pertemuan adalah perkembangan tingkat kunjungan dan hunian di masing-masing hotel yang berada di bawah brand Ascott di Bali.

Pembahasan ini menjadi penting mengingat karakter pasar setiap kawasan di Bali berbeda. Hotel yang berada di kawasan Kuta, Tuban, Sunset Road, Jimbaran, Denpasar, Berawa, hingga Sanur memiliki segmen dan pola kunjungan wisatawan yang tidak sepenuhnya sama.

Dinamika pasar tersebut membuat strategi pemasaran dan branding menjadi semakin penting. Tidak hanya bagaimana menarik tamu untuk menginap, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman, menjaga loyalitas pelanggan, serta memperkuat eksistensi masing-masing brand di tengah kompetisi industri hospitality Bali.

Diskusi antara Tim Marketing Ascott Bali dan JMSI Bali juga membuka ruang pertukaran pandangan mengenai perkembangan pariwisata dan industri perhotelan di Pulau Dewata.

Ketua JMSI Provinsi Bali Nyoman Ady Irawan menyambut positif kunjungan Tim Marketing Ascott Bali. Menurutnya, pertemuan antara media dan pelaku industri hospitality penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus menciptakan peluang kerja sama.

“Kami menyambut baik silaturahmi Tim Marketing Ascott Bali. Dari pertemuan ini tentu banyak hal yang bisa dikolaborasikan, terutama dalam mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi Bali,” ujar Nyoman Ady Irawan.

Ia menambahkan, media siber memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, hubungan yang baik antara media dengan pelaku usaha dinilai dapat menciptakan ekosistem informasi yang positif dan produktif.

Sementara itu, Sri Badjra mengatakan kunjungan ke JMSI Bali merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder di Bali.

“Kami ingin membangun komunikasi dan silaturahmi yang lebih dekat dengan JMSI Bali. Ke depan, tentunya ada banyak peluang yang bisa kami kerjasamakan bersama,” kata Sri Badjra.

Peluang kerja sama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan publikasi hotel. Kolaborasi dapat dikembangkan ke berbagai bidang yang memiliki keterkaitan dengan pariwisata, hospitality, kegiatan komunitas, promosi destinasi, hingga berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Bagi Ascott Bali, dukungan komunikasi dan jejaring media menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat awareness terhadap berbagai brand yang dimilikinya. Sementara bagi JMSI Bali, keterlibatan dengan industri perhotelan dapat memperluas ruang kolaborasi dalam mendukung ekosistem pariwisata Bali.

Dengan jaringan hotel yang tersebar di sejumlah kawasan strategis, Ascott memiliki portofolio properti dengan karakter dan segmen pasar yang beragam. Kondisi ini sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai bentuk kolaborasi yang lebih spesifik dan terarah.

Pertemuan di Sekretariat JMSI Bali tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara kedua pihak. Silaturahmi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang dapat memberikan nilai tambah bagi industri hospitality, media, dan pariwisata Bali.

Di tengah tantangan dan peluang industri pariwisata yang terus berubah, sinergi antara pelaku usaha dan media menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ekosistem pariwisata Bali tetap bergerak, kompetitif, dan adaptif. (Rls)

Post ADS 1