MANGUPURA, lintasbali.com — Monarch Bali kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan pendidikan vokasi di Pulau Dewata melalui 15th Graduation Ceremony Monarch Bali yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Rabu, 16 September 2026.
Wisuda ke-15 ini menjadi seremoni pelepasan para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan pada Program Certificate IV selama dua tahun dan Program Certificate III selama satu tahun. Para lulusan berasal dari lima kampus Monarch Bali, yakni Monarch Bali-Dalung, Monarch Bali-Gianyar, Monarch Bali-Candidasa, Monarch Bali-Singaraja, dan Monarch Bali-Negara.
Mengusung tema Business Model 2026 “GLOBAL CAREER STRENGTH”, Monarch Bali menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri hospitality dan dunia kerja internasional.
Tema tersebut menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu Global Mindset, International Competencies, dan Global Networking. Ketiganya menjadi fondasi bagi para Brighters Monarch Bali untuk membangun karier yang berkarakter, kompeten, dan berkelanjutan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin global.
Sebagai Global Hospitality College, Monarch Bali mengembangkan konsep Academic Excellence melalui sejumlah program unggulan. Di antaranya menghadirkan English Native Speaker, sertifikasi internasional, serta program global placement.
Kolaborasi dengan berbagai mitra juga dikembangkan untuk membuka akses karier yang lebih luas bagi peserta didik dan alumni. Program tersebut mencakup kesempatan internship bagi para Brighters, serta peluang bekerja maupun melanjutkan studi ke luar negeri bagi alumni Monarch Bali.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat program pemerintah di bidang ketenagakerjaan, yakni melatih, mensertifikasi, dan menempatkan tenaga kerja sesuai kompetensi dan kebutuhan industri.
Dengan pendekatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja, Monarch Bali berupaya memastikan proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi berlanjut pada sertifikasi kompetensi, pengalaman industri, dan akses terhadap peluang karier.
Pada Graduation Ceremony ke-15, Monarch Bali melepas sebanyak 2.576 wisudawan dari lima kampus. Rinciannya terdiri atas Monarch Bali-Dalung 831 wisudawan; Monarch Bali-Gianyar 706 wisudawan; Monarch Bali-Candidasa 454 wisudawan; Monarch Bali-Singaraja 452 wisudawan dan Monarch Bali-Negara 133 wisudawan
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pendidikan vokasi Monarch Bali dalam menyiapkan sumber daya manusia, khususnya untuk sektor hospitality dan industri pariwisata.
Rangkaian wisuda juga menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahapan baru setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di kampus masing-masing.
Tidak hanya seremoni wisuda, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bright Career Expo yang berlangsung di area Voyage Hallway.
Melalui kegiatan ini, para wisudawan memperoleh kesempatan untuk melihat berbagai informasi mengenai lowongan pekerjaan dan peluang karier yang tersedia. Kehadiran career expo menjadi bagian penting dalam mempertemukan lulusan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, digelar pula Brightpreneur Expo yang menampilkan berbagai produk dan hasil kreasi para Brighters selama menjalani proses pembelajaran di kampus Monarch Bali.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperlihatkan kreativitas sekaligus pengalaman kewirausahaan yang diperoleh selama masa pendidikan.
Wisuda ke-15 Monarch Bali turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, mitra industri, organisasi pariwisata, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Hadir antara lain perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ketua PHRI Provinsi Bali, perwakilan Disney Cruise Line, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem, Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Pemerintah Kabupaten Buleleng, Founder PT Ratu Oceana Raya, serta Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha.
Kehadiran pemerintah dan mitra industri tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha, I Nengah Yasa Adi Susanto, SH., MH, menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemegahan fasilitas atau gedung yang dimiliki.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pendidikan yang lebih penting adalah sejauh mana para lulusan mampu terserap di dunia kerja dan lulusan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta keluarga.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sekitar 88 persen mahasiswa Monarch Bali terserap ke dunia kerja. Data tersebut menjadi gambaran mengenai orientasi pendidikan Monarch Bali yang diarahkan pada kesiapan lulusan memasuki dunia profesional.
Ditemui usai pelaksanaan Wisuda, Nyoman Widarsana, SE., MAP., Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Provinsi Bali, dalam sambutan singkatnya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja Bali agar mampu menjawab perubahan kebutuhan industri.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh. Kami berharap para lulusan Monarch Bali mampu terus meningkatkan keterampilan, menjaga etika dan profesionalisme, serta memanfaatkan peluang kerja yang tersedia, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” ujar Widarsana.
Ia juga mengapresiasi peran lembaga pelatihan dalam membantu pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Ni Wayan Wulaningsih, SE., M.Par., Ketua Panitia Wisuda ke-15 Monarch Bali, dalam sambutan singkatnya dapat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.
“Hari ini menjadi momentum yang membanggakan bagi seluruh wisudawan, orang tua, dosen, instruktur, dan keluarga besar Monarch Bali. Perjalanan pendidikan yang telah dilalui menjadi bekal untuk melangkah ke dunia profesional. Kami berharap seluruh Brighters mampu membawa nama baik Monarch Bali, terus belajar, dan berkembang menjadi tenaga profesional yang berkarakter serta memiliki daya saing global,” papar Wulan.
Menurutnya, tema “GLOBAL CAREER STRENGTH” menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Kompetensi, kemampuan beradaptasi, jejaring internasional, karakter, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun karier.
Wisuda ke-15 Monarch Bali menjadi refleksi atas perjalanan pendidikan sekaligus penanda dimulainya babak baru bagi ribuan lulusan.
Dengan penguatan kompetensi, sertifikasi, pengalaman industri, serta jaringan global, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran di berbagai sektor, khususnya industri hospitality dan pariwisata yang menjadi salah satu sektor strategis Bali.
Melalui semangat “Kuliah Vokasi Masa Depan Pasti, Monarch Bali Selalu Dihati”, Monarch Bali terus menempatkan pendidikan vokasi sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Wisuda bukan sekadar seremoni pelepasan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi titik awal bagi para Brighters untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan menuju karier yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional. (Red/AR)





