BADUNG, lintasbali.com – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus memperkuat konektivitas udara internasional dengan menyambut penerbangan perdana (inaugural flight) TransNusa pada rute Bali (DPS)–Melbourne (MEL) pulang-pergi (pp).
Beroperasinya rute baru ini menambah pilihan penerbangan antara Bali dan Australia sekaligus memperluas akses perjalanan bagi wisatawan maupun masyarakat yang bepergian untuk berbagai keperluan.
Penerbangan perdana TransNusa rute Bali–Melbourne dilaksanakan pada Senin (19/10) malam. Penerbangan bernomor 8B018 tersebut bertolak dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada pukul 20.33 WITA dengan mengangkut 139 penumpang.
Sementara itu, penerbangan dari Melbourne menuju Bali dengan nomor penerbangan 8B019 tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (20/10) pukul 10.10 WITA dengan membawa 86 penumpang.
Rute Bali–Melbourne pp ini dijadwalkan beroperasi setiap hari atau tujuh kali dalam sepekan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas udara antara Bali dan Australia, yang selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi pariwisata Bali.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute baru TransNusa tersebut.
“Kami mengucapkan selamat atas penerbangan perdana TransNusa pada rute Bali–Melbourne pp. Kami melihat potensi besar pada rute ini untuk semakin memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai gerbang pariwisata Indonesia. Melbourne merupakan salah satu dari lima rute internasional teratas berdasarkan rata-rata jumlah penumpang dan tingkat keterisian kursi (load factor),” ujar Nugroho Jati.
Dengan beroperasinya TransNusa, rute Bali–Melbourne kini dilayani oleh tujuh maskapai, yaitu Jetstar, Virgin Australia, Garuda Indonesia, Batik Air Malaysia, Qantas, Indonesia AirAsia, dan TransNusa.
Bagi TransNusa, Melbourne juga menjadi salah satu tambahan destinasi internasional dari Bali, melengkapi rute yang telah dilayani sebelumnya, yakni Perth, Singapura, Guangzhou, dan Phuket.
“Bertambahnya pilihan maskapai pada rute Bali–Melbourne memberikan alternatif perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat, baik yang bepergian dari Bali ke Australia maupun sebaliknya. Kami berharap pembukaan rute ini dapat semakin mempermudah akses antardestinasi serta mendukung kelancaran mobilitas wisatawan dan masyarakat,” tambah Nugroho Jati.
Hingga akhir September 2026, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 63 rute penerbangan yang dioperasikan oleh 50 maskapai, terdiri atas 22 rute domestik dan 41 rute internasional yang menghubungkan Bali dengan berbagai destinasi di 16 negara.
Capaian tersebut mencerminkan peran strategis Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mendukung konektivitas udara serta pergerakan wisatawan menuju dan dari Pulau Bali.
Australia juga masih menjadi salah satu pasar utama pariwisata Bali. Hingga akhir September 2026, wisatawan asal Australia tercatat menempati urutan pertama dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, dengan total sekitar 1,3 juta kunjungan atau mencakup 25 persen dari keseluruhan kedatangan wisatawan mancanegara.
“Dengan tingginya minat wisatawan Australia untuk berkunjung ke Bali, kami berharap bertambahnya pilihan penerbangan pada rute Melbourne dapat turut mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian Bali,” jelas Nugroho Jati.
Ia menegaskan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas konektivitas penerbangan melalui kolaborasi dengan maskapai dan para pemangku kepentingan terkait.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh pengguna jasa bandara. Upaya tersebut kami lakukan, antara lain, melalui dukungan terhadap pembukaan rute-rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat konektivitas udara dari dan menuju Pulau Bali,” pungkas Nugroho Jati. (Rls)





