DENPASAR, lintasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana dari Mayjen TNI Piek Budyakto kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa di Aula Supardi, Lantai III Makodam IX/Udayana, Rabu, 21 Oktober 2026.
Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan ucapan selamat kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa atas amanah baru sebagai Pangdam IX/Udayana. Ia juga menyampaikan selamat bertugas kepada Mayjen TNI Piek Budyakto dalam mengemban tanggung jawab barunya sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Gubernur Koster menegaskan bahwa sinergi dan soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selama ini telah terjalin dengan sangat baik. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas Bali, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
“Selama ini kami selalu solid dan kompak, dalam suka maupun duka bekerja menjaga Bali,” ujarnya.
Menurut Koster, meskipun Bali memiliki wilayah yang relatif kecil, posisinya sangat strategis karena dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia. Oleh karena itu, setiap persoalan yang terjadi di Bali berpotensi mendapat perhatian luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.
“Sedikit saja terjadi sesuatu di Bali, maka pengaruhnya tidak hanya akan dirasakan di tingkat lokal, tetapi juga akan menjadi berita di seluruh dunia,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Gubernur Koster mengajak seluruh jajaran Forkopimda untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, dan membangun komunikasi yang harmonis. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas Pulau Dewata sekaligus memastikan berbagai program pembangunan berjalan dengan baik.
Ia juga menyinggung sinergi yang terbangun saat Bali menghadapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Dalam situasi tersebut, Pangdam IX/Udayana memberikan dukungan melalui pengerahan prajurit untuk membantu mengatur antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk membantu pelayanan kepada konsumen.
Dukungan serupa juga diberikan Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki pengangkut BBM dari depo menuju SPBU. Personel kepolisian turut membantu mengatur antrean guna mengurangi potensi kemacetan lalu lintas.
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, beserta seluruh jajaran yang telah bekerja sama dalam menangani persoalan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Pangdam dan Kapolda beserta jajaran karena telah bekerja keras mengatasi persoalan tersebut. Saat ini, situasi Bali sudah sangat kondusif,” ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Koster kembali menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa. Ia berharap Pangdam yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, terlebih karena Bali merupakan tanah kelahirannya.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Wayan Koster dan jajaran Forkopimda Provinsi Bali atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya.
Sebagai sesama alumni SMAN 1 Singaraja, Made Putra Widiastawa mengaku telah mengenal sosok Wayan Koster dengan baik. Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Gubernur Bali tersebut yang dinilainya sebagai sosok cerdas.
Baginya, mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas di tanah kelahiran merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan tersendiri. Karena itu, ia berkomitmen untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi daerah dan masyarakat Bali selama menjalankan tugas sebagai Pangdam IX/Udayana.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa juga memohon dukungan dari jajaran Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal.
“Keberhasilan tugas kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan akan melanjutkan sinergi dan kerja sama yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan modal utama untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung keberhasilan pembangunan di Bali.
Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI Piek Budyakto, yang telah menjalankan tugas selama 18 bulan sebagai Pangdam IX/Udayana, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali, jajaran Forkopimda, serta seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan selama masa pengabdiannya.
Ia mengakui bahwa dukungan dan kerja sama seluruh pihak sangat membantu kelancaran pelaksanaan tugasnya selama bertugas di Bali.
“Kami merasa sangat terbantu dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Acara pisah sambut tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bersama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, stabilitas, serta keharmonisan Bali demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (Rls)





