JIMBARAN, lintasbali.com — Indonesian Chef Association (ICA) menggelar kegiatan Monthly ICA Gathering pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di The Sand Suites & Villas Jimbaran. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antaranggota, memperkuat soliditas organisasi, serta menyelaraskan langkah ICA dalam mengembangkan profesi chef dan memajukan kuliner tradisional Indonesia, khususnya kuliner khas Bali.
Gathering ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, kampus dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bidang pariwisata, vendor dan supplier, serta anggota ICA.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dunia pendidikan, industri perhotelan, dan pelaku usaha dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata dan kuliner.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Monthly ICA Gathering juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi, evaluasi, dan penguatan komitmen bersama agar ICA semakin berkontribusi nyata bagi masyarakat dan industri kuliner.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan ICA, Chef Ketut Sumatra, menekankan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi melalui sikap, perilaku, profesionalisme, serta cara berkomunikasi, baik di lingkungan internal maupun di ruang publik.
Menurutnya, soliditas organisasi tidak hanya dibangun melalui kegiatan bersama, tetapi juga melalui komunikasi yang sehat, saling menghargai, keterbukaan terhadap masukan, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan secara dewasa.
“Menjaga nama baik ICA adalah tanggung jawab kita bersama. Setiap anggota harus mampu menunjukkan sikap profesional, memperbaiki cara berkomunikasi, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Kita ingin ICA menjadi organisasi yang solid, bermanfaat bagi masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kuliner Indonesia,” ujar Chef Ketut Sumatra.
Ia juga menegaskan bahwa ICA perlu terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi chef, pendidikan dan pelatihan kuliner, serta pelestarian kekayaan gastronomi Nusantara.
Kolaborasi dengan kampus, LPK, industri perhotelan, restoran, serta para pemasok menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kuliner yang berkelanjutan.
Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, ICA diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi para chef, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarier di bidang kuliner.
Sebagai tuan rumah kegiatan, General Manager The Sand Suites & Villas Jimbaran, Ni Ketut Sulasih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Monthly ICA Gathering yang mempertemukan para chef dan pemangku kepentingan pariwisata dalam satu forum kebersamaan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mempererat sinergi antarprofesional di industri pariwisata dan kuliner. Semoga pertemuan ini melahirkan kolaborasi positif yang memberikan manfaat bagi anggota ICA, industri, dan masyarakat,” ungkap Ketut Sulasih.
Dukungan dari pelaku industri perhotelan menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat hubungan antara organisasi profesi dan dunia usaha.
Melalui pertemuan semacam ini, peluang kerja sama dapat terus dikembangkan, baik dalam peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, maupun pengenalan kekayaan kuliner lokal kepada wisatawan.
Salah satu komitmen penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah memperkuat peran ICA dalam memajukan kuliner tradisional agar semakin dikenal dan mendapat tempat di tingkat nasional.
Kuliner tradisional tidak hanya merupakan bagian dari identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kreativitas, inovasi, peningkatan kualitas, dan promosi yang tepat.
Para chef memiliki peran strategis dalam menjaga keaslian resep dan teknik memasak tradisional, sekaligus menyajikannya secara menarik sesuai perkembangan industri kuliner modern.
Dalam konteks tersebut, ICA diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong dokumentasi resep warisan, pengembangan kompetensi generasi muda, pertukaran pengetahuan antardaerah, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelaku industri.
Upaya ini juga perlu melibatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM kuliner, produsen bahan pangan lokal, dan komunitas yang selama ini menjaga keberlangsungan tradisi memasak.
Dengan demikian, pengembangan kuliner tidak hanya berorientasi pada industri, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.
ICA diharapkan semakin dikenal sebagai organisasi profesi yang tidak hanya menaungi para chef, tetapi juga hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan kuliner serta memperkuat daya saing gastronomi Indonesia.
Monthly ICA Gathering kali ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan organisasi menghadapi agenda nasional ICA serta mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Dalam pembahasan agenda organisasi, persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) ICA menjadi salah satu perhatian penting. Kesiapan tersebut mencakup koordinasi antaranggota, penguatan komunikasi organisasi, serta penyelarasan aspirasi daerah agar dapat berkontribusi dalam agenda nasional.
Selain itu, ICA BPD Bali juga perlu melakukan pemetaan dan penjaringan bakal calon Ketua ICA BPD Bali untuk periode 2027–2031. Proses ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan kesinambungan kepemimpinan, menjaga keberlanjutan program kerja, dan memastikan organisasi terus berkembang sesuai kebutuhan anggota serta tantangan industri kuliner.
Penjaringan bakal calon diharapkan berlangsung secara terbuka, tertib, dan mengedepankan integritas, kapasitas kepemimpinan, komitmen terhadap organisasi, serta kesediaan untuk bekerja bagi kepentingan bersama.
Regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan kesempatan untuk menghadirkan gagasan baru tanpa meninggalkan nilai-nilai organisasi yang telah dibangun.
Dengan persiapan yang matang, ICA BPD Bali diharapkan dapat melanjutkan program-program strategis, memperluas jejaring kemitraan, dan meningkatkan kontribusinya terhadap industri pariwisata dan kuliner di Bali.
Melalui Monthly ICA Gathering di The Sand Suites & Villas Jimbaran, ICA kembali menegaskan pentingnya menjaga nama baik organisasi, membangun komunikasi yang lebih baik, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, industri perhotelan, vendor, supplier, serta berbagai komunitas kuliner menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi organisasi. Pada saat yang sama, pelestarian dan promosi kuliner tradisional harus terus menjadi bagian dari langkah strategis ICA dalam memperkuat identitas kuliner Indonesia.
Dengan semangat profesionalisme, kolaborasi, dan regenerasi yang terencana, ICA diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang semakin solid, dipercaya oleh para pemangku kepentingan, serta konsisten menjadi mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia dan memajukan kuliner tradisional Indonesia ke kancah nasional.
Monthly ICA Gathering bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk memperkuat komitmen bersama: menjaga marwah organisasi, meningkatkan kualitas komunikasi, dan memastikan setiap langkah ICA memberikan dampak positif bagi profesi chef, industri pariwisata, serta masyarakat. (LB)





