Adiwana Gelar “The Spirit of Togetherness” Bangkitkan Kembali Industri Pariwisata

Share

GIANYAR, lintasbali.com – Pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia telah memberikan banyak pengaruh besar khususnya dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya berdampak pada sisi kesehatan fisik dan mental, namun juga pada sisi sosial dan ekonomi. Hal yang sama juga berdampak pada para pekerja di bidang pariwisata dan industri kreatif. Penurunan jumlah wisatawan juga secara langsung berdampak pada penurunan pendapatan mereka setiap hari.

Adiwana Resort Jembawan sebagai wellness boutique resort yang terletak di pusat Ubud sangat menaruh perhatian besar pada setiap kondisi yang dialami di tengah-tengah masyarakat. Pada kondisi pandemi saat ini, Adiwana Resort Jembawan terus berupaya untuk menciptakan terang dalam situasi yang tidak menentu, khususnya untuk membangkitkan kembali industri pariwisata dan kreatif yang ada di Bali.

Dalam kesempatan kali ini, Adiwana Resort Jembawan berkolaborasi dengan The Togetherness Project yang merupakan sebuah komunitas sosial yang bekerja sama dengan masyarakat lokal dalam menciptakan kehidupan masyarakat berkelanjutan dan layak huni, berdasarkan prinsip Tri Hita Karana dari Bali, yaitu menghormati lingkungan, Tuhan dan sesama mahluk hidup.

Pada kolaborasinya kali ini, Adiwana Resort Jembawan dan The Togetherness Project akan menggelar malam kebersamaan, Sabtu (29/5/2021) yang bertajuk “The Spirit of Togetherness”. Turut berkolaborasi dengan penduduk lokal, acara ini merupakan salah satu bentuk untuk membangkitkan kembali industri pariwisata, khususnya di Bali.

Bertempat di Adiwana Resort Jembawan, “The Spirit of Togetherness” dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dan aktivitas, salah satunya adalah pelantunan dongeng dari FABx, komunitas pendongeng yang siap menampilkan sekumpulan cerita yang indah.

FABx mengundang para tamu untuk memasuki dunia kisah-kisah pribadi dan mendengarkan berbagai cerita yang mendalam tentang kehidupan sehari-hari yang luar biasa. Menampilkan 3 pendongeng asli Bali yang membawakan cerita magis dan mistis dari pengalaman pribadi mereka selama tumbuh dan hidup di Pulau Dewata, serta impian dan harapan mereka yang mewakili doa setiap komunitas lokal di masa yang penuh tantangan ini.

BACA JUGA:  Sebulan, Kunjungan ke Tanah Lot Bali Mencapai 23 ribu orang

Turut serta dalam mengadakan pameran dan penggalangan dana melalui kerajinan tenun ikat yang dibuat oleh penduduk lokal, menjadi bentuk partisipasi Adiwana Resort Jembawan dalam pengembangan kekayaan budaya Bali.

Chef Siharta, Executive Chef Adiwana Resort Jembawan Ubud

Acara ini turut menampilkan proses dari pembuatan kerajinan kain tenun ikat, termasuk karya masyarakat lokal serta salah satu hasil karya kain tenun ikat pertama yang dibuat oleh anak berumur 12 tahun bernama Ra Ra dari Desa Pesalakan.

Kerajinan kain tenun ikat yang ada di pameran ini dapat dibeli langsung oleh para tamu, dan dana yang terkumpul dari acara ini akan didonasikan kepada para pengrajin kain tenun ikat dan masyarakat setempat.

Selain itu, pada acara “The Spirit of Togetherness” para tamu juga dijamu dengan acara santap malam bersama dengan berbagai menu healthy food yang menjadi ciri khas dari Herb Library. Para tamu juga dapat menyaksikan secara langsung penampilan dari salah satu maestro tari yaitu Gung Ti yang berasal dari Desa Pesalakan.

Dalam acara kali ini, Gung Ti menampilkan salah satu tarian tradisional asli Bali yaitu Tari Tenun.
Adiwana Resort Jembawan sebagai tuan rumah dari acara ini berharap “The Spirit of Togetherness” menjadi satu langkah yang dapat membantu sesama untuk bangkit kembali dalam situasi pandemi saat ini, serta sebagai salah satu cara untuk menghidupkan kembali industri pariwisata dan kreatif di Indonesia khususnya Bali. (Rls)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!