LINTASBALI.COM – Ala Ayuning Dewasa Ayu atau hari baik Hindu berdasarkan perhitungan Kalender Bali berlaku Sabtu dan Minggu, 27 dan 28 Desember 2025.
Melakukan aktifitas menurut kepercayaan umat Hindu Bali niscaya mengacu pada Ala Ayuning Dewasa Ayu atau hari baik Hindu.
Ketika hendak melakukan upacara keagamaan, memulai sebuah usaha hingga hendak melakukan kunjungan pun ada perhitungannya.
Berikut ini adalah Ala Ayuning Dewasa Hari Baik Hindu Sabtu, 27 Desember 2025:
Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.
Kala Dangu. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.
Kala Katemu. Baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mangadakan pertemuan.
Kala Muas. Tidak baik untuk menanam sesuatu (bercocok tanam).
Kala Sudukan. Tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan.
Kala Upa. Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).
Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu.
Rangda Tiga. Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.
Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.
Sampi Gumarang Munggah. Tidak baik menanam padi dan jagung.
Titibuwuk. Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul.
Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Sida Kasobagian, Pratiti: Wedana.
Sedangkan Ala Ayuning Dewasa Minggu, 28 Desember 2025:
Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa.
Kala Angin. Baik untuk memulai mengajar/melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya.
Kala Ngadeg. Baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, mulai memeliharan ayam kurungan, membuat empangan/bendungan.
Kala Sarang. Mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja.
Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Wedana
***





