Arthanegara: Ujian Sekolah Lewat Daring Harus Dimaksimalkan di Masa Pandemi

Share

DENPASAR, lintasbali.com – Selaku pengamat dunia pendidikan dan juga sebagai Ketua Yayasan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, SH, MH, Mpd mengatakan sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan (UK) di tahun 2021 untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di Pandemi Covid-19.

“Dalam SE Kemendikbud tersebut juga telah menegaskan kalau UN dan UK tidak akan menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ucapnya di Denpasar, Kamis (25/2/2021).

Ketua Yayasan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, SH, MH, Mpd

Arthanegara juga menyampaikan bila UN dan UK ditiadakan, maka dipastikan kelulusan peserta didik akan dinilai berdasarkan nilai rapor yang sudah disesuaikan sesuai dengan hasil ujian sekolah.

“Dimana ujian sekolah nantinya bisa dilakukan dalam bentuk evaluasi nilai sikap, kehadiran, penugasan, dan tes selama mengikuti pembelajaran lewat daring yang sudah ditentukan dari sekolahnya masing-masing,” ucapnya.

Lanjutnya, mendengar dari berapa Kepala Sekolah kalau pelaksanaan ujian sekolah akan mulai dilaksanakan bulan Maret 2021 lewat pembelajaran daring. Mengingat situasinya masih dalam situasi masa Pandemi Covid-19.

“Untuk itu saya hanya menyarankan buat Kepala sekolah supaya sebelum ujian sekolah dimulai nantinya supaya bisa diingatkan orang tua peserta didik agar menyiapkan segala sesuatunya seperti penyiapan kuota internet yang dikarenakan ujian sekolah dilakukan lewat daring,” imbuhnya.

Arthanegara menyikapi, ujian lewat daring mungkin saja bisa terjadi gangguan terutamanya di sistem jaringan internet nantinya, maka itu diharapkan pula agar dari pihak sekolah juga bisa menyiasatinya dengan tujuan agar ujian sekolah nantinya bisa berjalan dengan baik di situasi masa Pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Berlakukan Perda RUED Menuju Bali Mandiri Energi

Kemudian, menyarankan juga kepada Kepala Sekolah agar bisa mengingatkan orang tua peserta didik untuk fokus menyarankan anak didiknya untuk belajar dengan materi-materi mata pelajaran yang sudah selama ini diberikan oleh guru pengajarnya ketika mengikuti pembelajaran daring untuk persiapan ujian sekolah yang akan dilaksanakan bulan Maret 2021 nanti.

Sembari menambahkan, kalau ada juga beberapa kalangan berpendapat
bahwa dengan dihapusnya UN dan UK, maka kelulusan siswa akan lebih gampang.

Saya kira itu pandangan yang keliru, Sebab dengan sistem yang baru ini kelulusan siswa akan dilihat dari semua kemampuan siswa selama menjadi siswa di sekolah tersebut.

Sekolah justru semakin tertantang untuk menjaga mutu dan kemampuan siswa agar nantinya para siswa mampu bersaing di sekolahnya yang lebih tinggi. Karena itu kelulusan siswa sangat terukur, dan tidak lagi ada keluhan seperti saat UN yang menganggap seolah -olah nasib siswa untuk lulus ditentukan dalam waktu tiga hari saja. (AR)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!