Seputar Bali

Bali Jengah, Forum Bali Bangkit Kirimkan Surat Permohonan Perubahan Kebijakan Open Border Bali

DENPASAR, lintasbali.com – Bertepatan dengan hari Purnama sesuai penanggalan kalender Bali, Forum Bali Bangkit secara resmi mengirimkan Surat Permohonan Perubahan Kebijakan Open Border Bali pada Jumat, 19 November 2021.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Jakarta. Surat ini adalah surat kedua, dimana sebelumnya Forum Bali Bangkit juga sudah menggelar Deklarasi Open Border Internasional di Pura Agung Besakih beberapa bulan lalu.

Anggota Forum Bali Bangkit saat menggelar pertemuan membahas Surat Permohonan Perubahan Kebijakan Open Border Bali

Bali sangat tergantung pada sektor kepariwisataan, mencapai hingga 80%. Pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksi (-) 9.31% pada tahun 2020 dan kemudian berkontraksi (-) 9.85% pada tahun 2021 kuarter pertama.

Dibukanya pariwisata Bali untuk Internasional pada 14 Oktober lalu, memang membawa Ngin segar bagi seluruh masyarakat Bali. Namun, setelah sebulan lebih border Bali dinyatakan ‘dibuka’ kembali untuk 19 negara, realitasnya hanya fatamorgana.

“Itu semua hanya fatamorgana. Tidak ada satu pun wisman dari 19 negara tersebut datang ke Bali,” kata Yoga Iswara, Ketua IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association) Bali di Denpasar, Jumat, 19 November 2021.

Persoalannya adalah Bali dibuka. Namun, aturan tersebut tidak mendukung pembukaan tersebut, bahkan terkesan mempersulit wisatawan asing yang ingin berlibur ke Bali, padahal Bali telah menyiapkan golden standard dengan test PCR di negara origin, kemudian test PCR yang kedua pada saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai, wajib sudah melakukan vaksinasi, dan memiliki asuransi kesehatan,” papar Yoga Iswara.

Menurut Yoga Iswara, Wisman yang berencana berlibur di Bali terkendala dengan ketidakjelasan kebijakan open border Bali meliputi Kebijakan visa kunjungan, Kebijakan karantina dan Kebijakan penerbangan.

BACA JUGA:  Ida Mpu Griya Laplap Pertama kali Puput Piodalan di Pura Kawitan Semeton Gaduh.

Ada beberapa harapan dari Forum Bali Bangkit yang dituangkan dalam surat permohonan kebijakan Open Border Internasional untuk Presiden Jokowi meliputi :

1. Membuka kemudahan aplikasi E-Visa berbayar khusus untuk tujuan wisata secara perseorangan tanpa harus melalui penjamin korporasi dengan persyaratan yang sesuai dengan ketentuan atau membuka kembali aplikasi VOA dan Free Visa khususnya untuk negara-negara dengan risiko rendah (low risk).

2. Menyarankan agar wisatawan mancanegara tanpa menggunakan masa karantina atau menyarankan agar karantina di Bali menggunakan pola wilayah (Pulau Bali) sebagai ‘Pulau Karantina’ dan wisatawan dapat memilih tinggal di seluruh hotel yang sudah tersertifikasi CHSE dan seluruh karyawannya telah divaksinasi.

3. Menyarankan perubahan regulasi penerbangan ke Bali agar tidak harus hanya menggunakan penerbangan langsung, mengingat Bali merupakan tujuan wisata negara di seluruh dunia yang memerlukan penerbangan dengan ‘stop over’ (transit) karena kapasitas pesawat dan jarak tempuhnya.

4. Memperluas negara yang warganya diperkenankan masuk ke Bali khususnya untuk negara yang sudah siap datang ke Bali dengan memprioritaskan negara Australia dan negara Eropa yang merupakan sumber devisa Bali terbesar dan juga termasuk negara yang memiliki risiko Covid-19 yang rendah.

5. Mengusulkan agar pertanggungan asuransi dapat diturunkan sebesar $50,000 USD sehingga tidak menyulitkan wisatawan mancanegara untuk datang ke Bali, namun tetap bisa membiayai dirinya sendiri apabila terpapar Covid-19 atau dapat melakukan pembelian asuransi pada saat kedatangan di Bali.

“Saatnya kami di Bali diberikan ruang juga untuk bernafas. Jangan hanya memperhatikan kegiatan G20 di Bali, namun kurang menunjukkan atau mengeluarkan kebijakan yang dapat membantu masyarakat Bali untuk bangkit seperti Jakarta,” tegas Yoga Iswara.

“Kami mohon kepada Presiden Jokowi dapat memenuhi aspirasi kami sehingga kami bisa bersiap untuk dapat memberikan kontribusi optimal untuk menyukseskan perhelatan penting G20 ini dan event-event krusial yang akan sangat bermanfaat dan menentukan citra bangsa,” pungkas Yoga Iswara. (AR)