Event

Bali Kite Festival ke-48 Digelar Juni, Rebut Piala Bergilir Gubernur Bali

DENPASAR, lintasbali.com – Festival budaya tahunan Bali Kite Festival kembali akan diselenggarakan oleh Pelangi Bali sebagai induk organisasi layang-layang di Provinsi Bali. Penyelenggaraan yang ke-48 ini akan berlangsung selama dua hari mulai Sabtu-Minggu, 6–7 Juni 2026, bertempat di Lapangan Pantai Padanggalak, wilayah Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur.

Ajang bergengsi yang menjadi kalender budaya favorit masyarakat Bali dan wisatawan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Bali. Ratusan sekaa layangan dari berbagai kabupaten/kota di Bali diperkirakan ambil bagian untuk menunjukkan kreativitas, teknik menerbangkan layangan, serta kekayaan seni tradisional Bali.

Dalam festival tahun ini, sejumlah kategori layangan tradisional khas Bali akan dilombakan, di antaranya jenis Bebean, Janggan, Pecukan, Bebean Big Size, dan Janggan Big Size. Selain itu, panitia juga menghadirkan kategori layangan kreasi baru berbentuk flat maupun tiga dimensi yang menjadi ruang ekspresi inovasi generasi muda pecinta layangan Bali.

Tak hanya itu, kemeriahan festival juga akan diramaikan dengan lomba pindekan khas Bali yang selama ini menjadi bagian unik dalam tradisi permainan layang-layang masyarakat Bali.

Ketua Umum Pelangi Bali, Dr. Ida Bagus Sedhawa, mengatakan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya Bali agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.

“Festival ini merupakan ruang pelestarian budaya, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat Bali. Layang-layang tradisional Bali memiliki nilai filosofi, seni, dan spiritual yang harus terus diwariskan,” ujar Dr. Ida Bagus Sedhawa saat ditemui di Denpasar pada Senin, 25 Mei 2026.

Ia menambahkan, Bali Kite Festival juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman dan modernisasi kreativitas layangan.

Festival layang-layang di Bali sendiri telah menjadi daya tarik budaya yang dikenal luas karena menghadirkan berbagai bentuk layangan tradisional khas seperti bebean, janggan, dan pecukan yang sarat makna budaya Bali. (LB)

Post ADS 1