Uncategorized

Bali Tech Startup Gelar Bali Startup Expo 2024 Jaring Pelaku Usaha Naik Kelas

DENPASAR, lintasbali.com – Bali Tech Startup kembali menggelar Bali Startup Expo pada Rabu, 10 Juli 2024 bertempat di Atrium Living World Mall Denpasar. Bali Startup Expo digelar dalam upaya menjaring para pelaku usaha rintisan di Bali agar bisa naik peringkat atau kelas yang menargetkan terbangunnya ekosistem Startup dan perusahaan teknologi di Pulau Dewata.

Bali Startup Expo tahun ini berkolaborasi dengan BTS dan Pegasus Tech Ventures dengan mengadakan Startup World Cup Competition berlangsung Rabu-Kamis/ 10-11 Juli 2024 di Atrium Living World Mall Denpasar. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Startup World Cup Competition merupakan kompetisi startup terbesar di dunia, dengan lebih dari 70 negara berpartisipasi setiap tahunnya. Tahun ini, Bali menjadi salah satu tempat regional events Startup World Cup 2024 dengan pendanaan senilai USD $1.000.000.

I Made Artana, S.Kom., MM, Rektor Primakara University

I Made Artana, Ketua Bali Tech Startup sekaligus Rektor Primakara University saat ditemui usai pembukaan Bali Startup Expo menyampaikan Startup World Cup 2024 di Bali merupakan sebuah event besar bagi komunitas startup di Indonesia, khususnya di Bali. Acara ini tidak hanya membuka peluang bagi startup Indonesia untuk bersaing di kancah global, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar dari para pakar industri ternama dan membangun koneksi berharga.

Startup World Cup 2024 dirancang sebagai platform bagi startup di Indonesia berjejaring dengan pakar industri ternama dari berbagai penjuru dunia untuk mendapatkan koneksi berharga dan wawasan bisnis. Meningkatkan visibilitas brand melalui eksposur global dan
pengakuan atas inovasi. Membuka jalan menuju kesuksesan dengan peluang pendanaan dan kemitraan untuk membawa startup ke level selanjutnya.

BACA JUGA:  SereS Hotels and Resorts Resmi Luncurkan SereS Springs Vacation Club

“Pemenang akan berkompetisi dengan para juara startup global di Silicon Valley, California, pada 4 Oktober 2024,” kata Made Artana.

Made Artana menambahkan, Startup yang dihadirkan dalam acara ini sebenarnya merupakan hasil dari perkuliahan project techno. Pihaknya ingin mengajak mereka untuk membawa konsep-konsep ini keluar dan mendapatkan umpan balik dari pengunjung atau masyarakat umum.

Artana juga menegaskan bahwa Bali Startup Expo juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin memahami dunia startup namun bingung tentang cara mendapatkan informasi yang tepat.

“Melalui acara ini, kami berharap terjadi interaksi dan juga pendidikan yang bermanfaat,” harapnya.

“Bali Startup Expo tidak hanya menjadi platform untuk memamerkan inovasi lokal, tetapi juga untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang dunia startup dan menginspirasi partisipasi aktif dalam menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya dan memberi motivasi kepada 30 pengusaha muda yang sedang memamerkan bisnisnya di pameran.

Menurutnya Primakara University sudah berada di jalur yang tepat dengan kegiatan ini, sebab saat ini isu banyaknya pengembara digital atau sering disebut digital nomad di Bali sedang diperbincangkan.

“Saya belum lihat sisi negatifnya, ke depan harus dengan prinsip kehati-hatian tapi saya rasa peluangnya besar digitalisasi dikembangkan untuk pengembangan ekonomi skala besar,” kata Gita Wirjawan.

Dirinya berharap mahasiswa harus membuka diri bahwa dunia ini besar, perkembangannya inovasi-inovasi baru ini terkait dengan AI, blockchain, dan banyak lagi harus dipelajari, lebih banyak membaca dan bisa berkomunikasi dengan bahas internasional. (Red/Arie)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!