Business

Berangkat Kerja ke Turki Lebih Aman, PT Duta Wibawa Manda Putra Bali Perkuat Pendampingan Bersama AYC Turki

GIANYAR, lintasbali.com – Peluang bekerja di Turki semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata. Untuk memastikan proses penempatan berjalan aman dan sesuai prosedur, PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali memperkuat pendampingan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui kerja sama dengan AYC İnsan Kaynakları (AYC Turki) yang memiliki kantor di Turki.

Turki dikenal sebagai salah satu negara dengan daya tarik wisata dunia berkat perpaduan keindahan alam, sejarah, dan budaya yang membentang di dua benua. Destinasi seperti Cappadocia, Hagia Sophia, hingga Pamukkale menjadi ikon yang menarik wisatawan dari berbagai negara. Selain menjadi tujuan wisata, Turki juga menawarkan peluang kerja di berbagai sektor, terutama industri hospitality.

PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang telah lulus pendidikan untuk mengikuti proses seleksi dan pelatihan sebelum diberangkatkan ke Turki.

Saat ini, kebutuhan tenaga kerja difokuskan pada sektor hospitality, seperti Housekeeping (HK), Waiter/Waitress, Cook, dan Spa Therapist. Sementara itu, peluang untuk posisi Public Area dan pekerja pabrik masih dalam tahap pengembangan.

Manager Operasional sekaligus Rekruter PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali, I Nyoman Suweca, SE., MM., mengatakan pihaknya tengah memberikan pembekalan kepada para CPMI yang dijadwalkan berangkat ke Turki dalam bulan ini.

“Kami dengan senang hati mengawal para calon pekerja migran dengan sepenuh hati. Mari terus bersinergi untuk memastikan seluruh proses penempatan berjalan secara prosedural dan memberikan prestasi terbaik,” ujarnya.

PT Duta Wibawa Manda Putra merupakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berkantor pusat di Yogyakarta dan memiliki sejumlah kantor cabang di berbagai daerah, seperti Medan, Sragen, Ngawi, dan Bali.

Selama puluhan tahun beroperasi, perusahaan tersebut telah memberangkatkan ribuan pekerja migran Indonesia ke berbagai negara dengan mengedepankan proses yang cepat, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Suweca, perusahaan berkomitmen menciptakan tenaga kerja yang profesional dengan tetap mematuhi seluruh regulasi pemerintah.

“Kami membuka peluang kerja bagi calon pekerja migran, khususnya ke Turki, dengan mengutamakan proses yang legal, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Selain keterampilan kerja, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai etika, budaya, dan aturan yang berlaku di negara tujuan.

Suweca menegaskan bahwa para pekerja harus menjaga sikap selama berada di luar negeri, mulai dari menghormati budaya setempat, menghindari penggunaan bahasa yang kasar, tidak melakukan tindakan kriminal, hingga mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Turki.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali, I Gusti Ngurah Purnawirawan, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan mempersiapkan para CPMI agar siap secara mental, memiliki pengetahuan yang memadai, serta mampu bekerja secara profesional.

“Selama ini kami selalu disiplin menjalankan seluruh prosedur perekrutan calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Turki. Kami juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, proses yang transparan, serta memastikan keberangkatan berlangsung aman dan sesuai prosedur,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebanyak 38 peserta mengikuti kegiatan pembekalan. Dari jumlah tersebut, 24 orang telah mengantongi visa, sementara sisanya masih menunggu proses akhir berupa penempelan stempel visa sebelum keberangkatan.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Puspaningsih, ST.Par., selaku Manager Marketing PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali yang juga bertugas di AYC Turki (AYC İnsan Kaynakları), menjelaskan bahwa keberadaan kantor AYC di Turki menjadi salah satu bentuk pendampingan bagi para pekerja migran Indonesia.

Menurutnya, kantor tersebut dapat menjadi tempat konsultasi maupun pengaduan apabila pekerja mengalami kendala selama bekerja di Turki.

Saat memperkenalkan diri, Sri menggunakan bahasa Turki (Türkçe) dengan fasih. Kemampuan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu modal penting untuk membantu komunikasi dan pendampingan para pekerja Indonesia selama berada di negara tujuan.

“Bagi yang baru pertama kali bekerja di Turki tidak perlu khawatir. Selain bahasa Inggris, komunikasi dengan bahasa tubuh juga masih dapat dipahami sambil terus belajar bahasa Turki,” ujarnya.

Salah seorang keluarga peserta, I Kadek Pasek, mengaku optimistis dengan proses penempatan yang dilakukan PT Duta Wibawa Manda Putra Cabang Bali. Ia mengantar keponakannya mengikuti pembekalan, sementara salah satu anggota keluarganya telah lebih dahulu bekerja di Turki.

“Saya merasa lebih tenang karena ada kantor perwakilan di Turki. Kalau nanti ada kendala, anak-anak memiliki tempat untuk berkonsultasi dan menyampaikan pengaduan,” ungkapnya.

Keberadaan kantor pendamping di negara tujuan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia selama menjalani masa kerja di Turki. (LB/AR)

Post ADS 1