News

BI Bali Berganti Nahkoda, Gubernur Koster Dorong Percepatan Transformasi Ekonomi Hijau dan Digital

DENPASAR, lintasbali.com – Gubernur Bali I Wayan Koster berharap dukungan penuh Bank Indonesia (BI) dalam mempercepat transformasi ekonomi Bali menuju ekonomi yang hijau, digital, inklusif, dan berkelanjutan.

Harapan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Gubernur Bali yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat, 22 Mei 2016.

Pergantian pimpinan dilakukan menyusul berakhirnya masa tugas R. Erwin Soeriadimadja sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Posisi tersebut kini diemban Achris Sarwani yang sebelumnya bertugas di Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kontribusi nyata Bank Indonesia selama ini dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Achris Sarwani atas amanah baru yang diemban sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali. Menurutnya, tugas tersebut bukan hal ringan, namun ia optimistis pimpinan baru BI Bali mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Amanah ini tentu bukan tugas yang ringan. Namun saya yakin, dengan pengalaman, integritas, dan kapasitas yang dimiliki, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru akan mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas,” ujarnya.

Koster menegaskan, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, gejolak geopolitik, fluktuasi harga energi dan pangan, serta perubahan kondisi ekonomi dunia membutuhkan respons kebijakan yang adaptif, terukur, dan sinergis.

“Tantangan global tersebut harus diantisipasi secara serius, mengingat struktur ekonomi Bali masih sangat bergantung pada sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM,” katanya.

Karena itu, ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga mengungkapkan rasa syukur karena perekonomian Bali terus menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan meningkat, konsumsi masyarakat tumbuh, investasi bergerak positif, serta UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan digitalisasi.

Ia turut mengapresiasi dukungan BI Provinsi Bali dalam berbagai program strategis daerah, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan QRIS, pengendalian inflasi, hingga pengembangan investasi daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap percepatan transformasi ekonomi Bali.

“Saat ini kami memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Bali harus tumbuh menjadi daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap menjaga identitas budaya serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, transformasi ekonomi Bali harus diarahkan menuju ekonomi yang hijau, digital, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali dan Bank Indonesia dapat terus diperkuat demi mendorong percepatan transformasi ekonomi daerah.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, berharap pergantian pimpinan BI di Bali dapat menjaga kesinambungan kerja sama yang telah terbangun dengan pemerintah daerah.

Destry juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi hijau sebagai arah utama transformasi ekonomi Bali. Ia menegaskan Bank Indonesia siap mendukung penguatan ekonomi Bali yang berbasis budaya, lingkungan, dan kearifan lokal. (LB)

Post ADS 1