Seputar Bali

Cok Ace Kembali Pimpin BPD PHRI Bali Periode 2025–2030

DENPASAR, lintasbali.com — Musyawarah Daerah (Musda) XV Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali resmi menetapkan Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si, atau yang akrab disapa Cok Ace, sebagai Ketua PHRI Bali untuk periode 2025–2030.

Pemilihan yang digelar di Prime Plaza Hotels Sanur, Denpasar, ini sekaligus menjadi momentum peneguhan komitmen dunia perhotelan dan restoran Bali dalam membangkitkan pariwisata daerah dengan semangat kolaborasi, adaptasi, dan inovasi.

Musda XV yang mengusung tema “MUSDA PHRI Bali untuk Pariwisata Bangkit: Kolaborasi, Adaptasi dan Inovasi” menyoroti pentingnya kepemimpinan solid di tengah dinamika pariwisata global dan tuntutan keberlanjutan. Terpilihnya kembali Cok Ace diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat adat dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.

Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Cok Ace pada periode sebelumnya.

“Bali membutuhkan figur yang memahami akar budaya, sekaligus mampu menjawab tantangan global pariwisata. Saya berharap kepemimpinan Cok Ace kembali membawa Bali pada pengembangan pariwisata yang berorientasi keberlanjutan dan berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Hariyadi B. S. Sukamdani, Ketua BPP PHRI, juga memberikan dukungan penuh. “PHRI Bali adalah barometer pariwisata nasional. Konsistensi Cok Ace dalam memperjuangkan kualitas layanan, penguatan SDM, serta pemulihan sektor wisata menjadi modal penting untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Dr. Masruroh, S.Sos., MAB, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Transformasi Digital dan Inovasi, menekankan pentingnya adaptasi teknologi.

“Ekosistem pariwisata Bali harus semakin digital, hijau, dan inklusif. Saya berharap PHRI Bali dapat memimpin integrasi inovasi digital melalui kerja sama dengan pemerintah dan akademisi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hotel Vila Lumbung Raih Penghargaan Agoda Gold Circle 2019

Sebagai Ketua terpilih, Cok Ace yang juga Ketua Kwarda Bali menegaskan bahwa masa jabatan barunya akan diarahkan pada penguatan pariwisata yang resilient, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Ke depan, PHRI Bali harus menjadi lokomotif perubahan. Kolaborasi lintas sektor dan adaptasi terhadap teknologi hijau akan menjadi kunci agar pariwisata kita tidak hanya pulih, tetapi bangkit dengan kualitas yang lebih baik,” tegas Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali.

Musda XV juga dirangkaikan dengan seminar bertema “Membangun Pariwisata Berkelanjutan dan Ekosistem Hotel Hijau di Bali: Harmoni Regulasi Nasional dengan Nilai Budaya & Kearifan Lokal Bali.”

Seminar menghadirkan para pemangku keilmuan dan praktisi hijau, antara lain: Prof. Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., Akademisi dari Universitas Udayana; I Komang Ruditha Hartawan, Ketua TPS-3R Desa Adat Seminyak; Rahmi Fajar Harini, salah satu pendiri Ekowisata Bali.

Dengan terpilihnya kembali Cok Ace sebagai Ketua PHRI Bali, para pelaku industri berharap terciptanya arah baru yang semakin jelas dalam transformasi pariwisata Bali. Tantangan baru seperti krisis iklim, digitalisasi, hingga perubahan perilaku wisatawan menjadi agenda yang harus ditanggapi secara komprehensif.

Musda XV PHRI BPD Bali menegaskan bahwa kebangkitan pariwisata tidak akan tercapai tanpa kolaborasi, adaptasi, dan inovasi yang berkelanjutan. PHRI Bali di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu mewujudkan pariwisata yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga budaya dan alam Bali untuk generasi mendatang. (LB)

Post ADS 1