Pendidikan

Cok Istri Mirah : Setiap Orang Menjadi Guru, Setiap Rumah Menjadi Sekolah

DENPASAR, lintasbali.com – Perayaan Hari Ulang Tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dan HGN (Hari Guru Nasional) tahun 2021 berbeda dengan perayaan pada tahun sebelumnya.

Perayaan HUT PGRI dan HGN pada Kamis, 25 November 2021 berada dalam situasi pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya.

Melihat kenyataan tersebut, Guru tidak boleh terlalu larut dalam situasi seperti saat ini. Melainkan harus mengasah diri untuk berkreasi dan terus berinovasi dalam menyampaikan materi pelajaran melalui daring (dalam jaringan/online).

Hal tersebut disampaikan Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, Kepala SMA Negeri 5 Denpasar saat ditemui diruang kerjanya pada Rabu, 24 November 2021.

Dirinya mengatakan, tantangan para Guru selama pandemi ini adalah bagaimana guru harus mampu beradaptasi dalam memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan materi pelajaran melalui sistem daring.

“Sesungguhnya tantangan ini adalah awal dari keberhasilan kita dalam dunia pendidikan. Kedepannya kita para Guru dituntut harus bergaul dan paham dengan IT,” kata Cok Istri Mirah yang baru 8 bulan sebagai Kepala SMA Negeri 5 Denpasar.

Sejak PTM ditiadakan, otomatis pembelajaran di sekolah mulai dialihkan melalui daring. Pada awalnya memang menjadi persoalan bagi guru dan orang tua siswa karena harus menyiapkan sarana prasarana hingga kuota internet.

“Setiap orang harus menjadi guru dan setiap rumah harus menjadi sekolah”, tegas Cok Istri Mirah.

Menurutnya, hal itulah yang harus dipegang oleh masyarakat. Jangan hanya menyalahkan sekolah. Para orang tua siswa juga harus ambil bagian dalam mendidik putra-putrinya dirumah agar ikut merasakan bagaimana beratnya tugas seorang guru ketika berhadapan dengan kondisi pandemi saat ini.

Dirinya menyampaikan bahwa yang membuat cerdas masyarakat adalah Guru. Jika tidak adanya guru, tidak mungkin masyarakat menjadi cerdas. Siswa berhasil juga karena Guru. Akan tetapi jangan sampai lupa bahwa guru itu harus terdepan dan menjadi teladan.

BACA JUGA:  Perayaan “Rise to The Glorious Era” HUT ke-36 BK Fakultas Pariwisata Universitas Udayana

“Agama sudah memberikan kita  tempat yang luar biasa sebagai Guru. Hal itu jangan dilupakan. Kalau percaya Karma Pala ya posisi kita saat ini jangan dipermainkan dengan hal-hal yang dapat merusak citra dan nama baik seorang Guru”, papar Cok Istri Mirah.

Tidak lupa dirinya juga berpesan kepada seluruh guru agar kembali kepada jati diri sebagai guru dan menjadi suri teladan baik untuk sesama guru, siswa maupun masyarakat sekitar.

“Pandemi jangan membuat kita pupus. Melainkan jadikan ini sebagai batu loncatan kearah yang lebih baik. Rintangan dan cobaan ini memang berat. Namun jika kita kuat dan bersatu, pasti bisa dilalui. Jadilah guru yang berkarakter kuat”, pungkasnya. (AR)