Pendidikan

Dari Angka Menjadi Cerita: LSPR Bali Dorong Penguatan Jurnalisme Berbasis Statistik

DENPASAR, lintasbali.com – Di tengah banjir informasi yang kian masif, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Statistik resmi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun jurnalisme yang kredibel, karena di balik setiap angka tersimpan potret nyata kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan.

Oleh karena itu, kemampuan jurnalis dalam membaca, menginterpretasikan, dan menyajikan data secara kontekstual menjadi kunci agar informasi berbasis statistik tidak berhenti sebagai deretan angka, melainkan berubah menjadi cerita yang bermakna bagi publik.

Pemahaman terhadap metodologi pengumpulan data, cara membaca rilis statistik, serta teknik memverifikasi sumber data memungkinkan jurnalis menyusun liputan yang lebih mendalam dan objektif.

Melalui pendekatan data storytelling, angka-angka dapat diterjemahkan menjadi narasi yang komunikatif, sehingga membantu masyarakat memahami tren, perbandingan, serta dampak suatu fenomena secara utuh.

Dengan demikian, jurnalisme tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik berbasis fakta.

Penguatan literasi statistik juga mendorong praktik jurnalistik yang lebih kritis dan bertanggung jawab. Jurnalis dapat menghindari salah tafsir data, menguji validitas informasi, serta mengaitkan temuan statistik dengan realitas di lapangan.

Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran media sebagai rujukan informasi yang andal.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, LSPR Institute of Communication and Business Bali menyelenggarakan Journalism Short Course bertajuk “Meningkatkan Kualitas Jurnalisme Berbasis Statistik” dengan menghadirkan Statistisi Muda BPS Provinsi Bali, I Gede Heprin Prayasta, SST., M.Si, sebagai narasumber.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 15.00–17.00 WITA di Ruang Kelas LSPR Bali ini diikuti oleh jurnalis dan kontributor media, serta diselenggarakan secara gratis dengan kuota terbatas.

BACA JUGA:  "STIKOMAN" Resmi Jadi Maskot ITB STIKOM Bali

Executive Director LSPR Bali, Ms. Gesille Sedra Buot, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat relasi dengan media sekaligus membangun pemahaman baru mengenai pentingnya data dalam jurnalisme.

“We want to start new knowledge about data and continue our commitment to our relationship with media,” ujarnya.

Senada dengan itu, PR Manager LSPR Bali, A.A. Istri Putri Dwi Jayanti, menegaskan bahwa pemberitaan berkualitas berawal dari data yang valid.

“Kami percaya bahwa pemberitaan yang kuat dan akurat dimulai dari data yang sahih. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung kemajuan jurnalisme profesional di Bali,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dari BPS Provinsi Bali, I Gede Heprin Prayasta, menekankan bahwa data tidak cukup hanya disajikan dalam bentuk angka.

“Data berbicara, angka mengudara. Namun publik tidak cukup hanya melihat data, dibutuhkan konteks untuk memperkuat narasi. Perlu ada roadmap pemanfaatan data serta penyajian tulisan yang menarik agar publik membaca hingga akhir. Misalnya, satu dari sepuluh penduduk Bali adalah lajang. Dalam jurnalisme berbasis data, timing dan cara menarasikan angka menjadi cerita sangat menentukan,” paparnya.

Melalui program ini, LSPR Bali berharap insan media semakin mampu menyajikan pemberitaan berbasis data yang akurat, kontekstual, dan bermakna, sehingga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih kritis dan melek informasi. (LB)

Post ADS 1