Desa Wisata Kesiman Kertalangu, Desa Unik di tengah Kota Denpasar

Share

DENPASAR, lintasbali.com – Desa Wisata yang berada di pusat perkotaan seperti Denpasar dapat menjadi terunik di Indonesia. Desa Kesiman Kertalangu berjuang mewujudkannya bersama seluruh komponen masyarakat di desa setempat didukung para pemerhati lingkungan dan pariwisata dengan membangun TeBA Majelangu, sebuah ruang Tempat Belajar Alam sebagai media edukasi tentang subak, pertanian, budaya dan tradisi masyarakat lokal.

Terletak di kawasan desa budaya Kertalangu saat ini terdapat kebun dengan desain yang anggun nan alami, warung kopi dengan jajanan tradisional, edukasi ternak berupa kandang ayam dan bebek dengan aneka jenis dalam peruntukan perlengkapan upacara adat Hindu, perkebunan organik dan pepaya california, pengolahan pupuk kompos, museum mini subak dan pertanian, hingga area atraksi wisata membajak sawah dengan cara tradisional (nenggala).

Desa di Bali memiliki ciri khas yang kuat dengan keberadaan adat dan tatanan kemasyarakatannya dengan didukung aspek geographis dan demographis merupakan potensi pariwisata yang kompetitif di era new normal untuk dikembangkan sebagai kawasan destinasi wisata.

I Made Suena, ST (Kades Kesiman Kertalangu Denpasar Timur) menyampaikan bahwa pihaknya ingin mewariskan budaya Bali yang luhur kepada generasi muda melalui media edukasi Teba Majelangu sekaligus sebagai ruang rekreasi masyarakat kota Denpasar.

“Dengan dukungan seluruh 11 dusun di wilayah desa kami maka tempat ini bisa berproses dan semoga kedepannya bisa menambah fasilitas lainnya lagi seperti ruang pertemuan terbuka, stand makanan dan minuman serta penginapan seperti homestay. Sehingga nantinya selain sebagai media pelestarian alam dan budaya, kami harap tempat ini bisa menjadi sumber pendapatan asli desa yang nantinya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan di wilayah desa kami,” kata Suena dalam sebuah pertemuan, Selasa (11/5/2021).

BACA JUGA:  Update Covid-19 Denpasar, Kamis (14/1) : 94 Sembuh, 1 Meninggal dan 84 Positif

Hadir pula Jro Kadek Suardika (Koordinator Program Provinsi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Prov Bali) yang menjelaskan bahwa Dana desa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan desa yang dapat memberi dampak berkelanjutan untuk masyarkat.

Contohnya dalam pengembangan desa wisata dengan tata kelola yang baik akan dapat menyerap dana desa secara optimal untuk menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja dan sumber penghasilan bagi masyarakat dan desa itu sendiri.

Hari ini guru desa wisata kita yaitu Pak Swabawa telah banyak memberi pandangan tata kelola desa wisata sebagai langkah awal masukan bagi pemerintah desa Kesiman Kertalangu untuk diteruskan kepada BUMDES desa setempat agar kedepannya desa wisata yang diidamkan di tengah kota Denpasar ini dapat terwujud,” kata pria asal Singapadu Gianyar ini.

Pada kesempatan itu Ketut Swabawa, CHA (Sekjen DPD MASATA Bali) menyampaikan kekagumannya pada tempat yang eksotik nan berkesan resort mewah tersebut namun tetap alami dengan desain yang detail dan kuat dalam konsepnya.

Lebih lanjut Swabawa mengatakan Desa wisata adalah trend saat ini seiring RPJMN RI 2020-2024 yang memasukan program pengembangan desa wisata di dalamnya. Hal ini harus direspon dengan kreatifitas dan inovasi dalam membangun desa wisata yang unik.

Desa wisata di tengah perkotaan belum pernah saya temui selama ini di Indonesia, jika ini terwujud maka akan menjadi kebanggaan bagi Bali sebagai national hub dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia dalam bersaing dengan 5 Destinasi Super Prioritas yang dikembangkan pemerintah pusat. Termasuk bersaing dengan 244 desa wisata yang dikembangkan secara nasional hingga 2024 yang akan datang.

“Kami dari Masyarakat Sadar Wisata tentunya sangat mendukung upaya pelestarian alam dan budaya sebagai wujud nyata wacana pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis kemasyarakatan,” kata Swabawa.

BACA JUGA:  Masyarakat Jangan Panik Lihat Peningkatan Angka Kasus Positif Covid-19

Selama ini kawasan desa budaya Kertalangu dikenal sebagai ruang jogging track bagi masyarakat Denpasar. Sekarang masyarakat bisa sekalian melakukan rekreasi keluarga di tengah suasana alam dengan aktifitas tradisional yang disediakan pengelola Teba Majelangu, desa wisata Kesiman Kertalangu. (SW)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!