Seputar Bali

Dihadiri Gubernur Koster, Gerakan Bali Bersih KMHDI dan Rumah Kakek Diikuti 17 Ribu Peserta

DENPASAR, lintasbali.com – Gerakan Bali Bersih yang diinisiasi KMHDI Bali bersama Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (Rumah Kakek) diikuti sekitar 17 ribu peserta. Kegiatan ini digelar di Pantai Padang Galak, Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.17 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Danlanal Bali.

Turut hadir mendampingi, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Rektor Universitas Udayana (Unud), Kesbangpol Bali, dan OPD terkait Pemprov Bali.

Para peserta melakukan aksi bersih-bersih dengan menyusuri bibir pantai sambil mengumpulkan sampah plastik dan sampah anorganik lainnya.

Aksi kolaboratif ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir, sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan Gerakan Bali Bersih. Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah di Bali harus dilaksanakan secara terpadu dan bersinergi dalam satu kesatuan wilayah.

“Penanganan sampah di Bali harus berjalan dalam satu kesatuan wilayah, yakni satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola demi nindihin bumi Bali,” ujar Koster.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki regulasi yang memadai dalam menangani persoalan sampah.

Regulasi tersebut antara lain Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, serta Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber.

Sementara itu, Ketua Rumah Kakek Ketut Udi Prayudi menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.

BACA JUGA:  Ramalan Kepribadian Kelahiran Buda Umanis Medangsia Rabu, 10 Desember 2025

“Gerakan ini membuktikan bahwa menjaga kebersihan Bali bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan moral masyarakat. Pantai adalah wajah Bali, dan jika dijaga bersama, dampaknya akan dirasakan hingga generasi mendatang,” ujarnya.

Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyou, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan dalam Gerakan Bali Bersih merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan pemerintah daerah di bidang pengelolaan lingkungan.

“KMHDI Bali berkomitmen mengawal implementasi regulasi pengelolaan sampah yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali. Gerakan Bali Bersih ini sejalan dengan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kami mendorong generasi muda menjadi garda terdepan dalam edukasi, pengawasan, serta praktik langsung di lapangan,” tegasnya.

Melalui Gerakan Bali Bersih, pemerintah daerah bersama komunitas dan berbagai elemen masyarakat berharap dapat mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang bersih, lestari, dan berbudaya. (LB)

Post ADS 1