Kesehatan

DNAtest.id Resmi Diluncurkan, Produk Pemeriksaan DNA Terlengkap di Indonesia

DENPASAR, LintasBali.com – PT Henindo Technologies Citra Mulia (HENINDO) bersama dengan PT Regene Artifisial Inteligen (REGENE) meluncurkan produk Testing DNA terlengkap di Indonesia dengan nama DNAtest.id.

Peluncuran ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Amien Soebandrio, PhD, SpMK(K) selaku Pakar DNA, Prof. Dr. dr. Yudi Ahmad Yudianto, SpFM(K), SH, M.K selaku pakar DNA, Direktur Henindo Luna Famiarjo, Pakar DNA Forensic Putut Tjahjo Widodo, DFM, M.Si, selaku Direktur Operasional Henindo dan CEO Regene Vichi Lestari.

Meningkatnya tren di bidang kesehatan akan pencegahan dini memunculkan kebiasaan baru di masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat yang sesuai dengan genetika seperti pemilihan makanan, jenis diet makanan, pencegahan dini dari potensi penyakit di masa depan ataupun jenis olah raga yang sesuai dengan karakteristik genetik seseorang.

DNAtest.id hadir sebagai One-Stop-Solution DNA Screening untuk pencegahan dini kesehatan menggunakan pemeriksaan genetik. Selain mencakup laporan Nutrigenomik, DNAtest.id juga mencakup Farmakogenomik, Dermatologi, dan pendeteksian dini dari alergi, imunitas, kanker, jantung, paru-paru, ginjal, pencernaan, hati, serta penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

Yudi Ahmad Yudianto menyatakan “DNA test sebagai deteksi resiko pada sebuah penyakit sehingga sangat penting bagi seluruh masyarakat”.

DNAtest.id adalah produk buatan dalam negeri untuk pemeriksaan genetik terlengkap yang ada di pasaran saat ini di Indonesia. DNATest.id memiliki 3 produk utama yaitu DNA Screening, DNA Bloodline dan DNA Private. DNA Screening adalah pemeriksaan DNA yang mampu dengan akurat memberikan informasi predesposisi genetik terdiri dari 35 panel jenis kanker, 13 panel hormon, lebih dari 180 penyakit dan juga kebutuhan nutrisi sebanyak 34 panel termasuk pemeriksaan kecendrungan terhadap COVID-19 beserta tingkat keparahan COVID-19 berdasarkan predesposisi genetiknya.

BACA JUGA:  Sambut Akhir Tahun, The ONE Legian Gelar Donor Darah

Untuk DNA Bloodline dan DNA Private adalah produk pemeriksaan DNA yang mengarah pada pengakuan akan paternitas dan garis keturunan. “Yang membedakan antara DNA Screening dengan DNA Bloodline dan DNA Private adalah DNA Screening menggunakan DNA Coding, sedangkan DNA Bloodline dan DNA Private menggunakan DNA Non Coding” ujar Putut Thahjo Widodo.

Pada peluncuran produk DNAtest.id disertai juga dengan Talkshow dengan tema “Empowering your life with DNA test” di Jakarta, kemarin, yang dihadiri oleh kalangan mitra industri kesehatan seperti Murni Teguh Group, RS. Kramat Jati, RS. Dharmais, Mayapada Hospital, RS. UMM Malang, Puslabfor dan Laboratorium DNA Pusdokkes Polri, serta perwakilan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan.

Turut serta dalam Talkshow tersebut para praktisi industri asuransi, industri teknologi dan mitra venture capital. “Kami bangga dapat memberikan sumbangsih dibidang biotech genetic untuk mendukung akselerasi pertumbuhan industri genomik di Indonesia dan secara aktif melakukan kerjasama baik itu bidang riset maupun komsersial lainnya” ujar Vichi Lestari.

Henindo berdiri pada tahun 1996 sebagai perusahaan teknologi dan distributor alat kesehatan dan farmasi terkemuka di Indonesia. Saat ini Henindo telah bekerjasama dengan lebih dari 50 rumah sakit dan ratusan mitra distributor alat kesehatan dan farmasi di Indonesia.

Henindo juga dipercaya oleh para pelaku industri teknologi mancanegara untuk menjadi prinsipal dan distributor alat-alat teknologi di bidang engineering yang kemudian mendiversifikasi usahanya ke bidang kesehatan.

Regene adalah perusahaan start-up Indonesia di bidang biotech genetic yang didirikan oleh Vichi Lestari dan Desmond Previn yang memiliki end-to-end platform mulai dari laboratorium genetika berteknologi genotyping dan sequencing, therapeutic center berbasis genetika, traning center untuk praktisi genomik, serta tim riset dan teknologi yang berpengalaman.

BACA JUGA:  Gubernur Bali jadi Penerima Vaksinasi Pertama

Dalam proses pengetesan DNA, laboratorium Regene menerapkan standar internasional dan Polyenic Risk Score (PRS) untuk menghasilkan call-rate diatas 0,99 dan tingkat keakurasian deteksi genetika lebih dari 99,98%. (Rls)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!