DENPASAR, lintasbali.com – Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Bali Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Gedung Poliklinik Lantai 5 RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026 malam.
Pelantikan dan pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PELTI, Prof. DR. Drs. H. A. M. Nurdin Halid, yang hadir bersama jajaran Pengurus Pusat PELTI. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Provinsi PELTI Bali Masa Bakti 2026–2030 serta penyerahan Pataka PELTI Bali kepada dr. Wayan Sudana, M.Kes selaku Ketua Pengurus Provinsi PELTI Bali.
Pengukuhan kepengurusan ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) PELTI Bali yang telah diselenggarakan pada 18 April 2026 di Denpasar. Setelah Musprov menetapkan formatur terpilih, selanjutnya dilakukan penyusunan struktur kepengurusan yang kemudian memperoleh pengesahan dan pengukuhan melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat PELTI yang ditetapkan di Jakarta pada 10 Juni 2026.
Surat Keputusan tersebut diterbitkan dengan berpedoman pada Anggaran Dasar PELTI 2022–2027, Anggaran Rumah Tangga PELTI 2022–2027, SK Ketua Umum KONI Pusat Nomor 104 Tahun 2024, serta memperhatikan Surat KONI Provinsi Bali Nomor 309/KONI-Bali/VI/2026 tanggal 9 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat PELTI, Prof. DR. Drs. H. A. M. Nurdin Halid, menegaskan pentingnya peran PELTI Bali sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet tenis berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap kepengurusan yang baru ini mampu memperkuat pembinaan tenis secara berjenjang, memperluas pembibitan atlet muda, serta membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Bali memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan tenis nasional,” ujar Nurdin Halid.
Lebih lanjut, Nurdin Halid menekankan bahwa pengurus yang telah dikukuhkan harus menjalankan amanah organisasi secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa tenis Bali semakin maju. Saya optimistis di bawah kepemimpinan dr. Wayan Sudana dan jajaran pengurus yang baru, PELTI Bali dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi PELTI Bali, dr. Wayan Sudana, M.Kes menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program pembinaan tenis yang berkelanjutan, memperkuat kompetisi di berbagai kelompok usia, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PELTI Bali.
Dengan dikukuhkannya Pengurus Provinsi PELTI Bali Masa Bakti 2026–2030, diharapkan organisasi dapat semakin solid dalam menjalankan program kerja, meningkatkan prestasi atlet, serta memperkuat posisi Bali sebagai salah satu daerah unggulan dalam pengembangan olahraga tenis di Indonesia. (LB/Arie)





