Seputar Bali

Eka Pertama : Hari Bhatara Hyang Guru, Jangan Lupa Kawitan

Gianyar, Lintasbali.com – Hari Minggu, 19 Juli 2020 adalah Redite Umanis Ukir, merupakan hari suci pemujaan terhadap Bhatara Hyang Guru (Leluhur).

Piodalan Bhatara Hyang Guru yang berstana di Sanggah Kemulan, dirayakan setiap 210 hari, tepatnya sehari setelah Tumpek Landep. Bhatara Hyang Guru adalah manifestasi Ida Sanghyang Widhi yang memberikan tuntunan pada keturunannya.

Sang Putu Eka Pertama, Praktisi Pariwisata Bali

Pemujaan pada leluhur dalam tradisi Hindu di Bali, baik buruk, lebih kurang dari leluhur itu harus diterima sebagai warisan. Baiknya harus diupayakan untuk terus dipertahankan bahkan dikembangkan eksistensinya supaya lebih berguna bagi kehidupan selanjutnya.

Sedangkan buruk dari berbagai kekurangan dari leluhur itu harus direduksi agar tidak berkembang merusak kehidupan selanjutnya.

Pengalaman adalah guru terbaik, demikian orang menyebutkan. Pengalaman baik & buruk dari leluhur itu dijadikan guru dalam hidup ini. Itulah pentingnya pemujaan terhadap Bhatara Hyang Guru di Sanggah Kemulan.

Oleh karena itu setiap umat harus selalu memohon kepada Beliau Bhatara Hyang Guru sehingga terbuka jalan terang, berkat bimbingannya & tuntunan Beliau segala sesuatu menjadi mudah.

Bila umat telah melenceng dari jalurnya, lupa menyembah pada Bhatara Hyang Guru (lali kawitan), maka beliau akan memberi kita teguran, baik dalam bentuk peristiwa atau yang lainnya. Oleh karena itu, Kita TIDAK boleh LUPA pada KAWITAN (asal muasal kita sebagai umat). (Red/Eka)

BACA JUGA:  MDA Bali : Konsep “Bali Mawacara” Implementasikan di Masing-masing Desa Adat di Bali
Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!