Seputar Bali

Gede Paskara Karilo Resmi Nahkodai PHRI Gianyar

GIANYAR, lintasbali.com – Gede Paskara Karilo resmi nahkodai Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar periode 2024-2029. Pelantikan dan pengukuhan dilaksanakan pada Rabu, 3 Juli 2024 bertempat di The Ubud Village Resort and Spa. Penetapan Gede Paskara Karilo sebagai Ketua PHRI Gianyar periode 2024-2029 diputuskan dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) V PHRI Gianyar yang digelar di hari yang sama.

Pande Mahayana Adityawarman (Adit Pande), Ketua PHRI Gianyar periode 2018-2023 dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua terpilih yang akan memimpin PHRI Gianyar selama lima tahun Kedepan. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam sebuah organisasi.

Pande Mahayana Adityawarman (Adit Pande), Ketua PHRI Gianyar periode 2018-2023

“Regenerasi kepemimpinan sangat diperlukan. Saatnya yang muda berkarya mengabdikan diri di bumi seni Gianyar,” kata Adit Pande, pemilik The Ubud Village Resort and Spa.

Adit Pande berharap pengurus PHRI yang baru dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan stakeholder pariwisata lainnya di Gianyar. Hal ini bertujuan menjaga iklim kepariwisataan di Kabupaten Gianyar tetap sehat dan berkualitas.

Pelantikan dan Pengukuhan Ketua serta Pengurus PHRI Gianyar periode 2024-2029 diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Fery Markus, Sekjen PHRI Bali dan dilanjutkan dengan penyematan pin PHRI kepada Ketua dan Sekretaris terpilih serta penyerahan Pataka PHRI Gianyar.

Penyerahan Pataka oleh Ketua PHRI Bali kepada Ketua PHRI Gianyar

Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) selalu Ketua BPD PHRI Bali dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada pengurus PHRI yang baru. Ia mengatakan Muscab kali ini adalah Muscab kelima kalinya digelar PHRI Gianyar, artinya sudah ada 5 orang pergantian Ketua PHRI Gianyar.

BACA JUGA:  Kukuhkan Pengurus Baru, UHA Siap Bangkitkan Pariwisata Ubud

Lebih lanjut Cok Ace mengatakan, karakteristik Gianyar dengan Kabupaten/Kota lainnya di Bali sangatlah berbeda. Misalnya Denpasar dan Badung sudah terkenal akan keindahan pantainya. Sementara di Gianyar, kental akan tradisi dan budaya yang mengakar kuat di masyarakat.

Cok Ace mengajak pengurus PHRI yang baru agar senantiasa menjaga iklim pariwisata di Gianyar terlebih saat ini banyak investor yang mulai melirik Gianyar khususnya Ubud untuk berinvestasi.

Pengurus PHRI Gianyar saat berphoto bersama Ketua PHRI Bali dan Asisten III Bupati Gianyar

“Saya sangat khawatir, sebab saat ini banyak pihak yang acuh terhadap lingkungan. Kita seolah-olah tidak berdaya, jangankan berbuat, berbicara pun kita tak berdaya. Padahal investasi kita terancam. Untuk itu, mari kita bergerak memberikan arahan pada semua pihak, agar menjaga budaya kita,” kata Cok Ace yang juga Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali.

Sementara itu, Gede Paskara Karilo, Ketua PHRI Gianyar terpilih periode 2024-2029 dalam paparannya menyampaikan program jangka pendek yang akan segera dilaksanakan yaitu konsolidasi internal dengan pengurus yang baru guna memantapkan program lainnya.

“Kami akan konsolidasi internal dulu sebelum melangkah lebih jauh lagi,” kata Paskara Karilo, pemilik Wapa di Ume Resort Ubud.

Saat ditanya mengenai iklim pariwisata di Gianyar yang banyak dilirik investor, dirinya mengatakan Gianyar saat ini tengah berkembang dan terus berbenah. Berbagai upaya dan langkah telah dilakukan pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mempromosikan dan menjaga warisan budayanya termasuk pariwisata.

“Banyak tantangan yang harus kami hadapi lima tahun Kedepan. Mulai dari infrastruktur khususnya di daerah destinasi pariwisata, masalah sosial dan lingkungan serta upaya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Semua itu tidak mudah, harus ada kolaborasi seluruh stakeholder di Gianyar,” pungkasnya. (Red/Arie).

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!