GIRI ADNYANI ; Masa Jeda Menuju Pariwisata Berkualitas

Share

Denpasar, Lintasbali.com – Insan pariwisata yang rindu akan aktifitas seperti dulu semakin menampakkan optimisme-nya di tengah perjalanan menuju persiapan re-opening destinasi wisata. Hal ini tampak dari semangat setiap orang untuk melakukan persiapan yang lebih matang ke depannya.

Berbagai hal baru termasuk dimensi yang dirambah menuju era tatanan kehidupan baru tersebut. Seperti halnya diskusi ringan yang dikemas dalam event non-formal LIVETalks! Di group #HotelierNewNormalDevelopment sebuah media sosial, platform model baru belajar bersama untuk persiapan menuju new normal bagi insan perhotelan.

Media yang digagas Ketut Swabawa, seorang ahli perhotelan dan professional trainer ini menggelar kembali serie ke-6 yang digelar pada Sabtu, 20 Juni 2020 pukul 20:00 WITA, menghadirkan narasumber luar biasa Ibu Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc.,CHE (Sekretaris Kemenparekraf / Sekretaris Utama Barekraf RI) dalam topik “The New Spirit Of New Normal Tourism”.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan perhotelan yang telah menginisiasi dan bergabung pada program pengembangan diri untuk menambah wawasan dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan ini. Model baru dalam media sosial seperti ini perlu dikembangkan terus agar dapat bermanfaat bagi hotelier yang membutuhkannya” kata Giri Adnyani memulai diskusi secara live video streaming tersebut mengapresiasi upaya platform diskusi non-formal tersebut.

Bertindak selaku moderator, Swabawa menjelaskan bahwa stabilitas para hotelier kini mulai bangkit kembali seiring semakin banyaknya media pelatihan online dan diskusi kelompok dalam jaringan yang diadakan berbagai lembaga dan asosiasi.

Memenuhi permintaan moderator tentang motivasi bagi hotelier, Giri Adnyani yang berasal dari Tabanan, Bali ini menyampaikan bahwa masa pandemi COVID-19 telah menjadi suatu momentum kesadaran akan perlunya proses analisa dan persiapan ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA:  Nyoman Astama : 7 Protokol Menyongsong Reaktivasi Pariwisata Bali Pasca Pandemi Covid-19

“Pandemi COVID-19 adalah ini wabah kesejagatan, semua bisnis pariwisata menurun bahkan terhenti. Saya lihat ini sebagai masa jeda seluruh pelaku usaha untuk menyiapkan produk yang lebih baik menuju era new normal. Hotel yang biasanya sangat ramai tidak sempat melakukan maintenance, sekarang inilah tepatnya untuk melakukan hal itu. Sikap optimisme seperti itu yang dibutuhkan agar imunitas tubuh kita meningkat. Lakukan hal yang menyenangkan untuk itu, apalagi hotelier dikenal sebagai pribadi yang resilience; lentur dan tangguh. Dan saya melihat hal demikian tampak pada diri rekan-rekan di sini, bergerak dalam diam untuk menyiapkan hal yang lebih baik”, demikian disampaikan oleh wanita yang sebelumnya juga menjabat sebagai Deputy Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM Pariwisata, Kemenparekraf RI ini.

Hal yang menggembirakan juga untuk pemirsa LIVETalks! malam itu adalah disampaikan bahwa pihak Kemenparekraf tengah menyiapkan Handbook untuk Hotel dan Restoran terkait protokol kesehatan. Giri Adnyani memaparkan bahwa handbook tersebut lebih spesifik sebagai panduan rekan-rekan di industri pariwisata karena di dalamnya dimasukkan juga business process-nya. B

Beberapa member group tampak memberikan tanggapan secara positif akan hal ini mengingat informasi tersebut dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting ini karena di industri sangat butuh panduan dimaksud agar tidak bingung dengan banyaknya edaran yang ada selama ini.

Sementara itu Giri Adnyani juga sempat menyampaikan bahwa pihak Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) No. HK. 01.07/Menkes/382/2020 tertanggal 19 Juni 2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Di dalamnya termasuk juga protokol kesehatan pada industri pariwisata seperti jasa akomodasi.

BACA JUGA:  BALI SEBAGAI PARIWISATA BUDAYA, TETAP DAN AKAN SELALU DIMINATI

“Jadi cukup Kepmen tersebut sebagai panduan umumnya karena menyangkut berbagai dimensi tata kehidupan masyarakat termasuk tempat usaha wisata, wisatawan, karyawan dan sebaginya. Kami dari Kemenparekraf menyusun yang lebih spesifik lengkap dengan business process-nya” kata Beliau.

LIVETalks! diselenggarakan secara rutin dalam suasana yang casual dengan tujuan mengangkat profile dan talenta SDM perhotelan Indonesia selain misi utama untuk memberikan media sharing informasi, knowledge dan experience dalam rangka menuju new normal tourism. (Red/LB/Sw)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!