NUSA DUA, lintasbali.com – Mediterranean Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) hospitality yang kompeten dan berdaya saing global melalui penyelenggaraan Graduation XVIII pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.
Mengusung tema Unified Excellence, momentum kelulusan ini menjadi wujud keberhasilan pendidikan vokasi sekaligus penguatan ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri hospitality nasional dan internasional.
Sebagai bagian dari Medi Group, Mediterranean Bali menerapkan sistem pendidikan berbasis kompetensi yang memadukan pembelajaran teori, praktik, serta pengalaman kerja melalui program On-the-Job Training (OJT).
Sejak berdiri pada 2008, lembaga ini telah melahirkan belasan ribu alumni yang berkarier di industri perhotelan, kapal pesiar, hingga menduduki posisi manajerial dan membangun usaha mandiri.
Ketua Yayasan Cahaya Tunas Indonesia Bali sekaligus Founder dan CEO Medi Group, A.A. Gede Abdiarta, S.E., MM., CHT, mengatakan bahwa pendidikan hospitality harus mampu menjembatani kompetensi peserta didik dengan kebutuhan nyata dunia industri.
“Komitmen kami bukan hanya meluluskan peserta didik, tetapi memastikan mereka siap memasuki dunia industri hospitality. Melalui ekosistem Medi Group, kami mendampingi mereka mulai dari pendidikan, peningkatan kompetensi, hingga membuka akses penempatan kerja, termasuk ke luar negeri melalui PT Las Olas Indonesia,” ujarnya saat ditemui usai pelaksanaan graduation.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian penyerapan lulusan Mediterranean Bali. Hingga pelaksanaan Graduation XVIII, sebanyak 93 persen lulusan telah terserap dan bekerja, sementara 7 persen lainnya masih dalam proses penempatan kerja. Capaian ini memperlihatkan keterkaitan pendidikan yang dijalankan dengan kebutuhan pasar kerja hospitality.
Dari sisi kurikulum, Executive Director Mediterranean Bali, Ni Luh Gede Intan Purwitasari, S.Pd., CSBSP, menjelaskan bahwa Mediterranean Bali menggunakan Kurikulum ASEAN dengan dua skema utama, yakni CBT (Competency Based Training) dan CBA (Competency Based Assessment).
“Kurikulum ASEAN yang kami terapkan berfokus pada kompetensi dan standar kebutuhan industri. Melalui skema CBT dan CBA, proses pembelajaran serta penilaian diarahkan pada penguasaan keterampilan yang relevan. Kami juga melakukan validasi kurikulum bersama instruktur dan strategic partner di bidang hospitality agar materi yang diberikan tetap selaras dengan perkembangan dan kebutuhan industri,” jelasnya.
Penguatan kualitas pendidikan tersebut turut didukung Sistem Manajemen Mutu bersertifikasi ISO 9001:2015 dari TÜV Rheinland Germany. Selain kompetensi teknis, peserta didik juga dibekali kemampuan komunikasi, karakter profesional, kreativitas, daya juang, serta pola pikir kewirausahaan.
Ekosistem Medi Group Buka Akses Karier Internasional
Keunggulan Mediterranean Bali juga terletak pada dukungan ekosistem terintegrasi Medi Group yang menghubungkan pendidikan, sertifikasi, pengembangan bahasa asing, hingga penempatan tenaga kerja. Ekosistem ini melibatkan Mediterranean Bali sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan hospitality, LSP P3 Pariwisata Bali untuk sertifikasi kompetensi, E-Work Indonesia untuk pengembangan bahasa asing, serta PT Las Olas Indonesia sebagai mitra penempatan tenaga kerja internasional.
PT Las Olas Indonesia telah membangun jaringan penempatan kerja di sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Selatan, termasuk kemitraan perekrutan dengan MSC Cruises dan Explora Journeys. Hingga Oktober 2026, perusahaan tersebut tercatat telah memberangkatkan 1.116 pekerja migran Indonesia untuk bekerja di kapal pesiar dan hotel luar negeri.
Melalui integrasi tersebut, Medi Group berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi peserta didik dan alumni, mulai dari memperoleh kompetensi, sertifikasi, meningkatkan kemampuan bahasa asing, hingga mengakses peluang karier di pasar global.
Mencetak Lulusan yang Siap Berkembang
Di balik keberhasilan para lulusan, terdapat kisah perjuangan yang menjadi inspirasi, salah satunya Diah, wisudawati yang menjalani pendidikan sembari bekerja sebagai mitra pengemudi Gojek untuk membiayai pendidikannya secara mandiri. Kisah ini mencerminkan semangat, ketekunan, dan tekad generasi muda dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Ke depan, Mediterranean Bali bersama Medi Group berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan vokasi, memperluas kemitraan industri, serta mengembangkan rencana pendidikan tinggi vokasi di kawasan Bypass menuju Sanur.
Melalui semangat Unified Excellence, Graduation XVIII menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Momentum ini menegaskan peran Mediterranean Bali dalam membangun ekosistem pendidikan yang terhubung langsung dengan dunia kerja, sekaligus mempersiapkan talenta hospitality Indonesia yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global. (LB)





