BULELENG, lintasbali.com — Industri pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda. Melihat besarnya potensi tersebut, manajemen Tjendana Lovina Beach Club & Resort mengambil langkah nyata untuk berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di Kabupaten Buleleng.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Halloween Sunsetation” yang akan digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Sunset Corner, salah satu outlet Tjendana Lovina Beach Club & Resort. Mengusung perpaduan momentum Hari Raya Saraswati dan Halloween, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kreativitas, interaksi, sekaligus pembelajaran bagi generasi muda, khususnya siswa dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang pariwisata dan perhotelan.
Pariwisata saat ini berkembang menjadi salah satu sektor strategis dalam pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peluang yang tersedia tidak hanya mencakup beragam jenis usaha dan produk wisata, tetapi juga berbagai profesi, aktivitas pendukung, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengembangan destinasi baru.
Melalui kegiatan ini, Tjendana Lovina ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia industri bagi generasi muda. Perayaan tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk membangun jejaring, memperluas wawasan, dan mengenal peluang karier di industri perhotelan.
“Momentum perayaan yang bertepatan dengan malam Minggu ini kami manfaatkan sebagai media kegiatan positif bagi anak muda. Para siswa dan mahasiswa yang hadir juga akan mendapatkan pengetahuan lebih mendalam mengenai industri perhotelan melalui pengenalan langsung terhadap lingkungan industri atau industrial familiarization di tempat kami,” ujar Henny Andriani, perwakilan penyelenggara kegiatan, saat pelaksanaan technical meeting bersama peserta lomba pada Rabu (28/10/2026).
Halloween Sunsetation akan menghadirkan sejumlah kegiatan menarik, mulai dari TikTok Dance Battle, hospitality networking, talkshow, hingga penampilan DJ secara langsung. Rangkaian acara tersebut diharapkan mampu menggabungkan hiburan, kreativitas, dan edukasi dalam satu pengalaman yang relevan dengan minat generasi muda.
Ketua Panitia Penyelenggara, Yudi Sudarmawan, menjelaskan bahwa peserta lomba berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa SMK serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sementara itu, sesi talkshow akan menghadirkan tiga narasumber dari unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dan asosiasi profesi pariwisata.
Ketiga narasumber tersebut adalah Kepala Bidang SDP Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Direktur Monarch Bali Singaraja, dan Ketua Umum DPP AHLI. Diskusi akan membahas potensi industri pariwisata, strategi pengembangan kompetensi, serta kiat membangun karier agar generasi muda mampu meraih peluang dan berkembang di masa depan.
“Peserta lomba berasal dari siswa dan mahasiswa SMK serta LPK. Dalam sesi talkshow, kami menghadirkan tiga narasumber yang akan mengupas potensi, strategi, dan kiat berkarier di industri pariwisata agar generasi muda dapat mempersiapkan masa depannya dengan lebih baik,” kata Yudi.
Selain menjadi wadah pengembangan kreativitas anak muda, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata Bali Utara kepada masyarakat yang lebih luas. Kawasan Lovina memiliki daya tarik berupa suasana laut yang relatif tenang, atraksi wisata pengamatan lumba-lumba, panorama matahari terbenam, serta pengalaman bersantap yang memadukan gaya modern dengan harga yang terjangkau.
Melalui konsep acara yang memadukan hiburan dan pengalaman wisata, Tjendana Lovina berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengenal dan tertarik mengeksplorasi destinasi wisata di Bali Utara.
Kebutuhan terhadap SDM pariwisata yang berkualitas menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perkembangan industri ke depan. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki ijazah atau pengetahuan teoretis, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, jejaring profesional, serta pemahaman terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Swabawa, salah satu narasumber dalam talkshow, menilai bahwa tenaga kerja asal Buleleng memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di industri pariwisata, termasuk pada tingkat internasional.
“Dari perspektif industri, kami melihat tenaga kerja asal Buleleng sangat potensial. Banyak yang telah sukses membangun karier, termasuk di industri pariwisata internasional. Bahkan, tidak sedikit yang telah menduduki posisi pimpinan atau manajerial,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan beragam pilihan profesi di sektor pariwisata kepada generasi muda. Menurutnya, peluang karier di sektor ini jauh lebih luas daripada pekerjaan operasional yang selama ini dikenal masyarakat.
“Indonesia memiliki beragam profesi di bidang kepariwisataan yang tersebar di berbagai subsektor industri. Potensi ini harus dipersiapkan dan digarap secara serius agar bonus demografi menuju 2045 dapat menjadi peluang bagi kemajuan bangsa. Melalui talkshow ini, kami ingin memberikan wawasan kepada adik-adik yang saat ini berusia 17–25 tahun tentang bagaimana membangun kompetensi dan merintis karier sejak dini, sehingga pada masa mendatang mereka memiliki kesempatan untuk menduduki posisi pimpinan atau manajerial,” jelas Swabawa.
Menurutnya, pengenalan industri sejak bangku sekolah maupun masa pendidikan vokasi dapat membantu generasi muda memahami kebutuhan dunia kerja secara lebih nyata. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman praktik, dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan bidang karier yang ingin ditekuni.
Kegiatan seperti Halloween Sunsetation diharapkan menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan industri. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, dan asosiasi profesi dinilai penting untuk membangun ekosistem pengembangan SDM pariwisata yang berkelanjutan di Buleleng.
Tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, Halloween Sunsetation juga terbuka bagi masyarakat umum serta tamu yang menginap di Tjendana Lovina Beach Club & Resort.
Pengunjung akan disuguhkan panorama matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik kawasan Lovina, pilihan menu makanan dan minuman kekinian dengan harga terjangkau, serta hiburan berupa TikTok Dance Battle dan penampilan DJ secara langsung.
Dengan konsep yang memadukan suasana santai, hiburan, dan jejaring pariwisata, acara ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik Lovina sebagai destinasi wisata di Bali Utara.
Pemesanan tiket kegiatan telah dibuka secara daring. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mengikuti informasi resmi penyelenggara untuk mengetahui mekanisme pemesanan dan detail acara.
Lebih dari sekadar perayaan, Halloween Sunsetation membawa pesan bahwa masa depan pariwisata Buleleng perlu dibangun melalui kreativitas, kolaborasi, dan kesiapan generasi mudanya. Dengan memberikan ruang untuk belajar, berjejaring, dan mengenal industri secara langsung, pelaku usaha pariwisata dapat mengambil peran strategis dalam menyiapkan SDM lokal yang mampu tumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan pariwisata Indonesia. (LB)





