Jalin Sinergi, Bali Chef Community Temui Kadis Pariwisata Bali Bangkitkan Kuliner Tradisional Khas Bali

Share

DENPASAR, lintasbali.com – Sebagai salah satu organisasi profesi yang sudah Resmi berbadan hukum dan tercatat di Kementerian Hukum dan Ham RI, Bali Chef Community (BCC) saat ini tengah memantapkan arah tujuannya saat didirikan.

Dalam upaya menjalin silaturahmi dan hubungan baik kedepannya, Bali Chef Community (BCC) melakukan kunjungan sekaligus bertemu dengan Ir. I Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (11/5/2201).

Pengurus Bali Chef Community (BCC) saat bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (11/5/2021)

Kunjungan kali ini dihadiri Chef Putu Ambara, SS (Ketua BCC) didampingi Chef Ketut Swastika (Wakil Ketua BCC), Chef Nyoman Picha (Sekretaris BCC) dan Chef Nyoman Ariyantha (Ketua Bidang Pendidikan BCC) diterima langsung oleh Ir. I Putu Astawa (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali) didampingi beberapa staf Dinas.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisparda Bali Putu Astawa menyambut baik kedatangan BCC ke kantornya. Dirinya berharap BCC dapat membuat suatu festival tentang masakan tradisional khas Bali dengan melibatkan UMKM di Bali yang menggunakan bahan makanan lokal dari Bali.

“Semoga ada sinergi dikedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas Pariwisata Bali kedepannya baik dari sisi pelayanan, destinasi kuliner maupun aktivitas wisata melalui peningkatan kualitas SDM maupun produk wisatanya,” kata Putu Astawa.

Sementara itu, Ketua Bali Chef Community (BCC) Chef Putu Ambara S.S mengucapkan terimakasih atas dukungan dan arahan yang di sampaikan oleh Kadisparda dan menyampaikan program program BCC kedepan, salah satunya penyusunan buku tetang masakan tradisional bali yang bekerja sama dengan kampus IPBI.

Chef Ambara juga memaparkan saat ini BCC sedang membina 70 UMKM yang  bekerjasama dengan Dinas Koperasi Kota Denpasar.

Wakil Ketua BCC Chef Ketut Swastika menambahkan saat ini lebih fokus untuk bagaimana wisata kuliner berkembang menjadi salah satu branding pariwisata Bali kedepannya.

BACA JUGA:  Kompiang Winda : SMP Wisata Sanur Siap Laksanakan PPDB

Dalam mendukung kajian tersebut, dibahas juga berbagai sub-topik aktual terkait seperti apa peran serta UMKM di lini terdepan pengembangan kuliner lokal di Bali.

Makanan Bali yang dulunya terkesan “tidak layak”, identik dengan penyebab ‘sakit perut’ yang disinonimkan dengan ‘Bali Belly’, belakangan menjadi sangat populer dan menjadi sesuatu yang mesti dinikmati wisatawan jika mereka liburan di Bali sehingga menjadi pengalaman berkesan, memorable.

“Untuk itulah peran Bali Chef Community dalam membina UMKM bagaimana mengolah makanan dengan tetap mengedepankan Hygiene dan sanitasinya,” kata Chef Swastika.

Chef Nyoman Picha (Seketaris BCC) menambahkan makanan tradisional Bali sangat beragam jenis dan bentuknya jika dikemas dan dikelola dengan baik tentu dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan pariwisata budaya serta kesejahteraan masyarakat lokal Bali.

Sedangkan dalam dunia pendidikan Chef Nyoman Ariyantha (Ketua Bidang Pendidikan BCC) dalam program BCC yang sudah berjalan, juga bekerjasama dengan beberapa kampus pariwisata dan SMK sebagai Instruktur Kuliner.

“Kami berharap Bali yang menjadi destinasi pariwisata dunia di kenal juga makanan tradisionalnya yang enak dan aman untuk di konsumsi para wisatawan manca Negara,” pungkas Chef Nyoman Ariyantha. (AR)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!