DENPASAR, lintasbali.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali turut berperan dalam membangun karakter generasi muda melalui edukasi literasi media. Dalam ajang Lomba Lintas Keterampilan Pramuka (LLKP) 2026 bertajuk “Galang Saraswati Challenge 2026: Kreatif, Cerdas, dan Berkarakter”, JMSI Bali membekali ratusan anggota Pramuka dengan pemahaman dasar dunia jurnalistik, Minggu, 1 Maret 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gugus Depan (Gudep) 04.01–04.02 Pangkalan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar di Denpasar ini diikuti ratusan anggota Pramuka tingkat penggalang dan penegak dari berbagai sekolah setara SMP dan SMA di Bali.
Dalam sesi edukasi tersebut, pengurus JMSI Bali, I Putu Wira Dana, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai teknik penyampaian informasi yang bertanggung jawab di era digital. Salah satu poin yang disoroti adalah perbedaan mendasar antara konten vlog (video blog) dan reportase jurnalistik.
Menurut Wira Dana, tidak semua video yang beredar di media sosial dapat dikategorikan sebagai karya jurnalistik karena jurnalistik memiliki standar, kaidah, dan etika yang harus dipatuhi.
“Di era digital saat ini, hampir semua orang dapat merekam dan membagikan video. Namun, tidak semua video merupakan produk jurnalistik. Penting bagi generasi muda memahami perbedaan antara vlog yang bersifat personal dengan reportase berita yang menekankan pada fakta, data, verifikasi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menambahkan, kehadiran JMSI Bali dalam kegiatan Pramuka tersebut merupakan bagian dari kontribusi organisasi media dalam meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda, khususnya generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong adik-adik Pramuka agar tidak hanya kreatif dalam membuat konten digital, tetapi juga memiliki pemahaman tentang tanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Dengan demikian, mereka dapat berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks,” katanya.
Kegiatan LLKP 2026 ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan berbagai keterampilan, termasuk kemampuan komunikasi dan literasi media.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai integritas dalam menyampaikan informasi di ruang publik, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Gerakan Pramuka.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis, bertanggung jawab, dan berkarakter dalam memanfaatkan media di era digital. (LB)





