MANGUPURA, lintasbali.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota Pramuka melalui penyelenggaraan Kemah Pewarta Pramuka Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Mei 2026 di Perkemahan PSG Sibanggede ini berhasil mencetak 50 Pramuka Pewarta yang siap menjadi agen informasi positif di era digital.
Mengusung tema “Membentuk Pramuka Pewarta yang Kreatif, Informatif, dan Berintegritas di Era Digital”, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas peserta didik dan anggota dewasa Gerakan Pramuka dari berbagai gugus depan dan kwartir ranting se-Kabupaten Badung.
Kemah Pewarta Pramuka merupakan program pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi anggota Pramuka di bidang jurnalistik, publikasi, komunikasi, dokumentasi, serta pemanfaatan teknologi informasi. Seluruh materi dikemas melalui kegiatan perkemahan yang edukatif, kreatif, dan produktif dengan pendekatan pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik.
Ketua Kwarcab Badung, I Ketut Suiasa, menegaskan bahwa Kemah Pewarta Pramuka merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjadi penyampai informasi yang benar, edukatif, dan bertanggung jawab.
“Di era digital saat ini, setiap anggota Pramuka harus mampu menjadi agen informasi yang positif. Melalui Kemah Pewarta Pramuka, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan jurnalistik, literasi digital, dan etika bermedia sehingga mampu menjadi pewarta yang kreatif, informatif, dan berintegritas,” ujarnya.
Selama tiga hari kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik langsung yang meliputi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Teknik Penulisan Berita dengan metode 5W+1H, Mobile Photography dan Videografi, Manajemen Media Sosial, serta simulasi Live Report sebagai reporter lapangan.
Ketua Panitia, Putu Eddy Murjana, menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan lebih menitikberatkan pada praktik agar peserta memperoleh pengalaman nyata dalam proses peliputan dan publikasi informasi.
“Kami menerapkan komposisi pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik. Peserta tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga melakukan fotografi, videografi, pengelolaan media sosial, hingga simulasi live report sehingga kemampuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan kepramukaan maupun kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara itu, Dewa Made Muartha, S.H., JF Analis Kebijakan pada Bidang Kepemudaan dan Olahraga yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung program pendidikan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kemampuan literasi generasi muda. Pemerintah Kabupaten Badung melalui dukungan anggaran pendidikan akan terus mendorong program-program yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Kemah Pewarta Pramuka tidak hanya menjadi sarana pembelajaran jurnalistik, tetapi juga mampu membangun budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai karya jurnalistik yang berkualitas sekaligus berkontribusi dalam penyebarluasan informasi yang edukatif, inspiratif, dan konstruktif.
Selain meningkatkan kompetensi jurnalistik, Kemah Pewarta Pramuka juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota Gerakan Pramuka serta mendukung promosi berbagai kegiatan kepramukaan kepada masyarakat melalui berbagai platform digital.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kwarcab Badung berhasil mencetak 50 Pramuka Pewarta yang diharapkan mampu menjadi duta publikasi Gerakan Pramuka, agen literasi digital, serta penyebar informasi positif yang kreatif, informatif, dan berintegritas di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. (LB)





