Kesiapan LPK di Buleleng Menyambut Paradigma Baru Pariwisata

Share

DENPASAR, lintasbali.com – SDM Pariwisata merupakan profesi paling terdampak selama pandemi COVID-19 sejak Februari 2020 lalu. Ditambah situasi sekarang yang masih belum menentu, dipandang perlu adanya terobosan inovatif bagi kesiapan SDM agar mampu bertahan dan bersaing dalam berkarir ke depannya.

Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) sebagai wadah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) merasa semakin terpanggil dalam mencetak SDM yang diharapkan mampu merespon era baru pariwisata ke depannya.

Menurut I Made Ngurah Wedana, Ketua DPC HILLSI Kabupaten Buleleng menyebutkan bahwa pihaknya senantiasa merangkul semua member untuk meningkatkan kualitas pelatihan dalam mencetak SDM yang unggul, kompeten dan berdaya saing global.

Termasuk taat ada himbauan satgas COVID dan menerapkan 6M ; menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan mentaati peraturan pemerintah.

“Seperti di masa pandemi sekarang, selainkan menerapkan protkes yang ketat dan standar CHSE pada setiap lembaga pelatihan sejak tahun lalu, sekarang kami agendakan sebuah workshop membahas kesiapan kita mengarungi tantangan dan peluang bagi LPK agar tetap optimis dan bisa berkontribusi bagi masyarakat dalam situasi sulit ini. Di Buleleng ada 48 LPK swasta di berbagai sektor selain bidang pariwisata tentunya. Jumlah pengangguran yang muncul akibat dirumahkan karena pandemi sempat dirilis pada tahun lalu mencapai 70.000 orang lebih, ini tantangan kita bersama untuk mewujudkannya menjadi suatu solusi terbaik bagi tenaga kerja pemula” kata pria yang akrab disapa Pak Ngurah yang juga Direktur Kampus Monarch Bali Cabang Singaraja ini.

Dia berharap bahwa rekan-rekan para pengelola LPKS wilayah Kabupaten Buleleng lebih adaptif dan inovatif menyambut paradigma baru pariwisata pasca pandemi COVID-19. “Perubahan di industri dan masyarakat sangat besar sekali dan selalu dinamis, jangan sampai kita terlena dan monoton. Dalam workshop kita harapkan rekan-rekan menemukan teknik adaptasi dan strategi yang inovatif tentunya ” tambah Ngurah Wedana.

BACA JUGA:  Berkat Ramadhan, Cuma Rp 85 ribu Bisa Buka Puasa di Hotel Bintang 4

Workshop mengundang keynote speaker seorang Hotel Expert / Professional Trainer , Bp I Ketut Swabawa, CHA dan akan diselenggarakan pada Sabtu, 26 Juni 2021 di Lovina Beach Club & Resort. Dalam komunikasi via whatapps narasumber ini membenarkan kegiatan tersebut dan menjelaskan bahwa sudah saatnya semua mesti tanggap dan lebih inovatif ke depannya.

“Fenomena VUCA yang terjadi sejak revolusi industri 4.0 beberapa tahun silam akan tetap menjadi cerminan bahwa pemenang sesungguhnya adalah mereka yang selalu adaptif, kreatif dan inovatif sehingga agility dibutuhkan untuk menguatkan resiliensi. SDM adalah kunci sukses sebuah usaha, perlu perhatian serius dan taktikal strategi untuk menjawab tantangan di industri. Sampai jumpa di Lovina pada akhir pekan ini” kata Swabawa. (SW)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!