Ketut Swabawa, CHA : Berharap Munas KADIN Tetap di Bali, ini Wujud Nyata Mencintai Ikon Pariwisata Indonesia

Share

DENPASAR, lintasbali.com – Bali adalah kebanggaan pariwisata Indonesia sejak berpuluh tahun yang lalu. Adanya keputusan pemindahan MUNAS KADIN VIII dari Bali ke Kendari (SULTRA) membuat pertanyaan besar bagi sebagian besar tokoh dan masyarakat Bali.

Hal ini tentunya bukan tidak beralasan, selain terpuruknya ekonomi akibat pandemi COVID-19 khususnya sektor pariwisata yang menjadi andalan perekonomian Bali dan kontributor terbesar di bidang pariwisata bagi Indonesia, pemindahan lokasi tersebut dianggap sedikit aneh dan lucu bagi I Ketut Swabawa, CHA, seorang praktisi pariwisata di Bali.

Ketut Swabawa, CHA, Ketua Pokja Pengembangan Desa Wisata DPP MASATA

“Setahu kita semua event-event nasional bahkan internasional seperti IMF-World Bank Summit saja diselenggarakan di Bali. Karena Bali kan sebuah kontribusi gengsi dalam sebuah event. Sederhananya kalau buat event di Bali itu keren, viral dan dikagumi karena destinasi ini premium di mata internasional,” kata Ketut Swabawa, CHA yang Sekretaris Wilayah DPD Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Bali ini saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/6/2021).

Swabawa sambil tertawa menjelaskan penjelasannya mengindikasikan pemindahan itu hal lucu. Sebagaimana destinasi premium yang sudah terbiasa menyelenggarakan event MICE besar tentunya mempermudah persiapan hingga penyelenggaraan event.

Sama seperti komentar dari pihak lainnya, Swabawa juga berharap MUNAS KADIN VIII yang telah direncanakan di Bali jangan sampai dipindah ke kota lain.

Lebih lanjut Swabawa mengatakan, saat ini Bali bertumpu pada pariwisata dan kontribusinya terbesar secara nasional dibanding provinsi lainnya. Seyogyanya para pengambil kebijakan terkait MUNAS KADIN menunjukkan empati dalam membangkitkan perekonomian Bali secara bertahap. Hal ini bukan hanya membantu orang Bali, namun banyak juga orang luar Bali yang punya maupun bekerja di hotel dan usaha lainnya di sini. Jadi fokusnya pada ekosistem ekonomi ini digarap secara gotong royong. Jangan hanya mengeruk bisnis dan keuntungan di Bali, namun seperti sekarang Bali malah ditinggalkan.

BACA JUGA:  Peduli Sesama, Pegadaian Salurkan Donasi GAJIANEMAS Rp 293 juta ke Mamuju-Majene

Pihaknya sebagai masyarakat sadar wisata mengajak semua pihak yang memiliki kapasitas membangkitkan ekonomi Bali menunjukkan kecintaannya pada destinasi yang telah menarik gerbong-gerbong lainnya seperti sektor perdagangan, pertanian, kerajinan, tenaga kerja, serta lainnya di luar Bali.

“Jika Bali bergerak, barang-barang terdistribusi masuk Bali karena dibutuhkan seperti di masa normal dulu. Jadi multiflyer effect nya seperti efek domino, banyak yang bisa dapat manfaatnya. Mari kita dorong MUNAS KADIN Ke-VIII tetap di Bali. Kita profesional dalam penyelenggaraan event, peserta dapat menikmati keindahan alam dan budaya Bali sambil menaikkan imun di masa pandemi, berbagai entertainment ada di sini tentunya yang diminati oleh peserta MUNAS para pengusaha besar semuanya itu. Semoga terwujud,” pungkas Swabawa. (KS)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!