Seputar Bali

KMHDI Denpasar Tegaskan Bali Bukan Tempat Praktik Narkoba

DENPASAR, lintasbali.com — Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar menegaskan bahwa Bali tidak boleh menjadi ruang bebas bagi praktik narkoba maupun gaya hidup destruktif yang bertentangan dengan hukum serta nilai-nilai budaya masyarakat Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terbongkarnya laboratorium narkotika jenis mephedrone yang diduga dikendalikan jaringan internasional di Kabupaten Gianyar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kasus ini dinilai sebagai peringatan serius bagi semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran narkotika di Bali.

Ketua PC KMHDI Denpasar, Panca Kusuma Ramadi, menyatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut menjadi alarm penting bagi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali dari ancaman narkoba.

“Kasus ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak. Bali dikenal dunia sebagai pulau dengan kekayaan budaya, spiritualitas, serta nilai-nilai luhur yang dijaga oleh masyarakatnya,” ujar Panca, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan Bali terhadap wisatawan dan masyarakat internasional tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas untuk melakukan aktivitas yang melanggar hukum.

Menurutnya, citra Bali sebagai destinasi wisata dunia harus tetap sejalan dengan nilai budaya, hukum, dan norma sosial yang berlaku. Karena itu, Bali tidak boleh dibiarkan berubah menjadi “pulau surga” bagi praktik narkoba, pesta obat terlarang, maupun gaya hidup yang merusak tatanan sosial masyarakat.

“Bali tidak boleh dibiarkan menjadi surga bagi praktik narkoba maupun perilaku yang merusak tatanan sosial masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, KMHDI Denpasar mendorong adanya penegakan hukum yang lebih tegas serta pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi peredaran narkotika, terutama yang melibatkan jaringan internasional.

Selain itu, organisasi mahasiswa Hindu tersebut juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan sosial agar tetap sehat, aman, dan selaras dengan nilai-nilai dharma yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Bali.

BACA JUGA:  Gelar Musda, JIC Diharapkan Mampu Membawa Visi-Misi ICA BPD Bali

“Diperlukan penegakan hukum yang tegas, pengawasan yang lebih ketat, serta partisipasi masyarakat agar Bali tetap menjadi ruang hidup yang bermartabat, aman, dan selaras dengan nilai-nilai dharma,” kata Panca.

Menurut KMHDI Denpasar, upaya menjaga Bali dari ancaman narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi melindungi masa depan generasi muda dan kelestarian nilai budaya Bali. (LB)

Post ADS 1