Business News

Manulife Mengedukasi dan Sosialisi Persiapan Hari Tua

Didirikan pada tahun 1985, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) merupakan bagian dari Manulife Financial Corporation, grup penyedia layanan keuangan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat.

Manulife Indonesia menawarkan beragam layanan keuangan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi dan dana pensiun kepada konsumen individu maupun pelaku usaha di Indonesia.

Dihadiri lebih dari 1000 orang, Manulife Indonesia melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menggelar sosialisasi berupa edukasi mengenai pentingnya perencanaan dana pensiun bagi perusahaan atau pemberi kerja pada hari Selasa (12/11) bertempat di Prime Plaza Hotel, Sanur.

Sebagai salah satu DPLK terbesar di Indonesia, senantiasa terus berupaya meningkatkan aset kelolaan, menggelar edukasi mengenai peranan dana pensiun bagi perusahaan serta memberikan pelayanan unggul yang didukung oleh layanan mobile demi kenyamanan peserta.

Hal ini merupakan komitmen dari Manulife Indonesia dalam memudahkan keluarga Indonesia mempersiapkan dan menyediakan solusi perlindungan hari tua sehingga dapat memudahkan disetiap keputusan finansial. Demikian disampaikan oleh Karjadi Pranoto, Direktur dan Chief Alternate & Employee Benefits Manulife Indonesia dalam sambutannya.

Jumlah tenaga kerja formal di Indonesia dari data Otoritas JasaKeuangan (OJK) tahun 2017 tercatat sebesar 51.866.657 pekerja dan hanya 3.055.617 pekerja atau hanya berkisar 6% pekerja yang tergabung dalam program DPLK. Hal ini menunjukkan potensi pasar yang memiliki peluang besar untuk dapat dikembangkan oleh DPLK Manulife Indonesia.

“Melihat persentase yang rendah dari kepesertaan karyawan dalam dana pensiun, kondisi ini menjadi peluang dan potensi bagi DPLK Manulife Indonesia untuk terus menggarap pasar tersebut dan secara berkala melakukan sosialisasi peranan dana pensiun guna membangun kesadaran para pemberi kerja. Ini juga yang menjadi tujuan kami untuk memperluas pasar di Bali,” jelas Karjadi Pranoto, Direktur & Chief Employee Benefits Manulife Indonesia.

BACA JUGA:  Renovasi Jembatan Sudah Mulai Dikerjakan

Karjadi juga menambahkan, pengelolaan dana pensiun merupakan nilai tambah bagi perusahaan sehingga mereka tidak hanya menjadi perusahaan yang memberikan manfaat keuangan secara reguler namun dapat memberikan manfaat kesejahteraan jangka panjang untuk karyawannya di masa depan maupun sebagai antisipasi terhadap risiko di kemudian hari seperti terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.

Melalui jaringan lebih dari 9,000 karyawan dan agen profesional yang tersebar di 25 kantor pemasaran, Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia.

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manulife Financial Corporation merupakan grup jasa keuangan internasional terkemuka yang membantu masyarakat membuat keputusan lebih mudah serta hidup lebih baik. Kami dikenal sebagai John Hancock di Amerika Serikat dan Manulife di negara-negara lain.

Kami menyediakan nasihat keuangan, solusi asuransi dan jasa manajemen aset dan manajemen kekayaan untuk konsumen individu, konsumen kumpulan dan institusi-institusi. Pada akhir tahun 2018, kami memiliki 34.000 karyawan, lebih dari 82.000 agen dan ribuan mitra distributor yang melayani lebih dari 28 juta konsumen. Hingga 30 September 2019, kami memiliki lebih dari $1.2 triliun (US$881 miliar) dana kelolaan dan administrasi, dan pada 12 bulan terakhir kami membayar sebesar $29,8 miliar klaim serta manfaat lainnya kepada nasabah kami.

Manulife beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat dimana Manulife telah melayani konsumen selama lebih dari 100 tahun. Dengan berkantor pusat di Toronto, Kanada, Manulife diperdagangkan dengan simbol ‘MFC’ di bursa saham Toronto, New York dan Filipina, dan dengan simbol ‘945’ di Hong Kong. (Red/APW/LB)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!