News Pariwisata & Budaya Seputar Bali

MASATA Bali Resmi Terbentuk

Jakarta, Lintasbali.com – Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan potensi pariwisata di daerah terutama di masa pandemi COVID-19 ini, Pengurus Pusat Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) meresmikan sekaligus melantik pengurus DPD dan DPC di seluruh Indonesia, Sabtu (4/10) secara online dan serentak.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MASATA, Panca Rudolf Sarungu menyampaikan bahwa organisasi yang dirintis sejak 2018 secara nasional ini telah memulai aktifitas perdananya dalam program Bali Great Xperience 2018 ketika pemulihan erupsi Gunung Agung lalu.

“Setelah itu kami memulai mensosialisasikan keberadaan organisasi MASATA ke pemerintah pusat terutamanya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selain ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Dari konsolidasi selanjutnya akhirnya terdaftar 10 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di tingkat Provinsi dan 33 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tingkat Kabupaten/Kota,” kata Panca R. Sarungu.

Sementara Surat Keputusan pengangkatan dan pelantikan pengurus inti DPD MASATA Bali telah dibacakan oleh Sekretaris Jendral DPP MASATA, Andi Azwan dalam kegiatan tersebut.

Posisi Ketua Umum DPD MASATA Bali dijabat Dr.(C) I Made Ramia Adnyana,SE.,MM.,CHA dengan Sekjen I Ketut Swabawa, CHA dan Bendahara Umum Ni Made Gandhi Sanjiwani, S.Par.,M.Sc.

Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE., MM., CHA, Ketua Umum DPD MASATA Bali

Dalam sambungan telepon Ramia Adnyana menyampaikan bahwa keberadaan DPD MASATA Bali adalah sangat penting mengingat terbentuknya MASATA secara resmi adalah di Bali.

“Kami di industri pariwisata membutuhkan peran yang lebih kreatif dan inovatif dalam merespon setiap dinamika / perubahan jaman. Apalagi setelah wabah COVID-19 sekarang ini, terus terang para stakeholder tidak dapat berjalan sendiri-sendiri lagi. Contohnya saya selaku praktisi perhotelan harus bisa bersinergi dengan pelaku wisata lainnya dalam satu format yang matang dalam 1 visi misi untuk membangun destinasi. Terutama menghadapi pemulihan pasca pandemi ini, seluruh komponen harus bersatu padu seperti pemandu wisata, pelaku taman rekreasi, penyedia akomodasi, transportasi hingga pengelola desa wisata dan lainnya harus punya 1 media untuk bekerjasama,” kata Ramia menjelaskan pandangannya atas terbentuknya organisasi ini di Bali.

BACA JUGA:  Daftar Hotel Karantina Wisman di Kawasan Nusa Dua

MASATA diharapkan dapat memberikan masukan dan bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan pariwisata. Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen MASATA Bali ketika mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya pada kegiatan virtual tersebut.

“Sebagai organisasi berbasis masyarakat maka domain kami akan banyak berperan pada dimensi frontliner atau lapisan masyarakat terdepan yang bergerak di bidang kepariwisataan,” tambah Ramia Adnyana.

Sederhananya seperti ini, hotel mewah yang terletak di suatu lokasi namun kondisi masyarakat sekitarnya kurang mendukung dari sisi pemahaman pariwisata dan kesehatan atau kelayakan usaha akan merasa susah dalam menjalankan bisnis secara proper.

Ini yang akan digarap oleh MASATA dalam sebuah komunikasi dengan Deputy Kelembagaan dan SDM Kemenparekraf sebelumnya bahwa pemerintah akan membangun desa wisata mandiri sebanyak 250 desa hingga 2024 mendatang. Dalam hal ini, MASATA diminta menyiapkan draft strategi khususnya untuk Bali yang akan dibahas selanjutnya lebih rinci pada pertengahan Oktober 2020 ini.

Terdapat wajah pendatang baru dalam organisasi kepariwisataan ini dan Ramia Adnyana menyebutkan alasannya bahwa dirinya tidak mau mengganggu rekan-rekan lainnya yang telah berkarya dan mengabdi sesuai bidangnya.

“Jadi semakin banyak yang berkarya kan akan lebih bagus juga hasilnya. Kami masukkan pendatang baru dari generasi millenial dalam pengurus inti ini untuk menampilkan kinerja pengurus yang agresif, target oriented serta multiflyer effect bagi masyarakat luas,” tegas Ramia yang juga sebagai Wakil Ketua DPP IHGMA.

Gandhi Sanjiwani adalah seorang dosen pariwisata salah satu PTS pariwisata di Bali selain juga sebagai pioner dan ketua salah satu desa wisata berbasis digital yang ada di Kabupaten Gianyar.

Gandhi Sanjiwani sangat mengapresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Ketut Swabawa karena telah diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas ini. Dirinya berharap dapat berkontribusi dengan positif atas bimbingan para senior sebelum melanjutkan penugasan ke Amerika.

BACA JUGA:  THE ROYAL SANTRIAN IS INDONESIA TRAVEL & TOURISM AWARD 2019/2020 LEADING LUXURY VILLA WINNER

Semoga kehadiran DPD MASATA Bali dapat memberi warna lebih atraktif dan mampu mengakselerasi pembangunan kepariwisataan berbasis masyarakat. (Red/Rls)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!