Seputar Bali

Memasuki Era Baru, Hotel di Ubud Diverifikasi

Gianyar, Lintasbali.com – Masyarakat sangat antusias menyongsong era baru dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Apalagi di Bali setelah diluncurkannya Tatanan era baru kehidupan masyarakat Bali yang produktif dan aman COVID-19 oleh Gubernur Bali bertepatan pada rahinan Purnama Kasa, Minggu- 5 Juli 2020 lalu di wantilan Pura Besakih, Karangasem.

Sertifikasi melalui sistem verifikasi tatanan kehidupan era baru telah mulai diproses oleh pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing selain oleh Pemprov Bali sendiri melalui Kantor Disparda Bali.

Sebagaimana kita ketahui bahwa surat edaran Kadisparda Bali No. 556/2844/IV/Dispar tertanggal 1 Juli 2020 menyebutkan pada point (1) bahwa Sertifikat Tatatan Kehidupan Era Baru wajib dimiliki oleh usaha pariwisata, dan point (2) bahwa Sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru diterbitkan oleh Pemprov (untuk usaha akomodasi bintang 3-4-5, travel agent, MICE, transportasi serta usaha rekreasi air).

Sedangkan Pemkab/Pemkot akan menerbitkan sertifikat untuk akomodasi bintang 1-2- non bintang , DTW serta atraksi wisata.

Di kota seni Ubud – Gianyar, tampak tim verifikasi dari Kabupaten Gianyar mengunjungi beberapa usaha pariwisata yaitu restoran dan hotel pada Rabu, 22 Juli 2020. Swahita Ubud, sebuah boutique hotel yang berlokasi di Jalan Tirta Tawar, Ubud adalah salah satu hotel yang dikunjungi.

Menurut Dewa Gede Upadana (manajer Swahita Ubud hotel) menyatakan bahwa pihaknya mengawali dengan mengirimkan self assessment melalui online ke pihak Disparda Gianyar, setelah diproses secara administrasi lalu dihubungi untuk rencana kunjungan dalam pengecekan pisik di lapangan.

“Sedangkan untuk persiapannya sendiri kami telah mulai sejak bulan Mei lalu, dimana ketika itu kami sudah selesai mengerjakan perawatan dan general cleaning seluruh area hotel, jadi sambil menunggu keputusan pemerintah dan agar karyawan kami tidak bosan di tempat kerja karena tidak ada tamu, maka dibantu konsultan kami akhirnya kami melakukan review dan menyusun kembali SOP yang kami miliki.

BACA JUGA:  Panglima TNI Ikuti Senam SKJ 88 Bersama 1500 Anggota TNI-Polri dan Forkompinda di Denpasar

Prioritas review tersebut berada pada pedoman protokol kesehatan yang kami peroleh dari berbagai sumber termasuk lansiran Kemenparekraf dan juga Kemenkes RI.” jelas Dewa Upadana asal Ubud ini.

Selain terkait protokol kesehatan, pemkab Gianyar juga mensyaratkan upaya pengurangan penggunaan barang berbahan plastik sekali pakai dalam tata kelola usaha pariwisata. Setelah tim verifikasi mengecek dokumen protokol kesehatan lalu tim ditunjukkan beberapa contoh upaya pengurangan sampah plastik dan bahan sekali pakai di tempatnya.

Dilanjutkan dengan mengecek kondisi pisik terkait penyediaan tempat mencuci tangan ketika tamu tiba di hotel, penyediaan masker dan hand sanitizer, himbauan protokol kesehatan bagi pengunjung serta standar pengecekan suhu tubuh bagi pengunjung. Dan tim verifikasi juga dijelaskan tentang sistem elektronik yang diterapkan di sana dalam rangka pengurangan kontak sentuh pada layanan.

Hal ini diungkapkan saat itu oleh Dewa Upadana, “Jadi untuk service directory atau informasi tentang hotel kami dan juga menu di restoran kami menggunakan QR code yang bisa di-scan dari HP tamu lalu semua informasi tersebut muncul di HP-nya. Ini kami lakukan untuk penerapan contactless namun tidak mengurangi esensi pelayanan prima yang dihadirkan dalam bentuk keramahan karyawan kami. Karyawan juga dilatih multitasking skills selama pandemi ini selain pelatihan simulasi konsep layanan terbaru dari Swahita Ubud yaitu THE NEW OFFERING FROM SWAHITA TEAM”, pungkas Dewa saat menerima sertifikat dari Pemkab Gianyar sebagai tanda tempat usahanya telah boleh beroperasi sesuai protokol kesehatan tentunya.

Sebagai langkah awal reaktivasi, Swahita Ubud menawarkan promo StayCation in Ubud untuk masyarakat lokal Bali yang sudah bosan di rumah selama pandemi 4 bulan terakhir.

Ari Sadewa menjelaskan bahwa program untuk berlibur tersebut berlaku untuk empat orang per paketnya dan disediakan ruangan Deluxe Room dengan teras pribadi dan dimanjakan dengan pemandangan lembah khas Ubud, fasilitas high speed wifi internet, berenang sepuasnya serta refreshment snack.

BACA JUGA:  Oknum Sulinggih Kasus Pencabulan Akhirnya Ditahan

“Jadi hanya dengan biaya Rp 250.000 masyarakat Bali kami suguhkan fasilitas berlibur sekeluarga sambil menikmati segarnya udara Ubud dan indahnya pemandangan, paket juga termasuk french fries serta pilihan minuman soft drinks atau bir” kata operations coordinator yang sangat ramah ini. (Red/Rls)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!