News

Menpar Sambut Baik Keberadaan AHLI di Indonesia

DENPASAR, lintasbali.com – Association of Hospitality Leaders Indonesia (A.H.L.I) berkenan diterima audiensi secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA.,MBA, Rabu (14/9/2021) pukul 16:00 – 17:00 WIB.

Dengan tema Peran Strategis AHLI Melalui Kolaborasi Pimpinan Antar Sektor Usaha Pariwisata dalam Mengakselerasi Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Indonesia, audiensi dipimpin I Ketut Swabawa, CHA selaku Ketua Umum DPP AHLI dan diikuti sekitar 306 peserta sesuai daftar hadir online yang terdiri atas Dewan Pendiri dan Pertimbangan, Dewan Penasehat, DPP AHLI, DPD AHLI beserta anggota se-Indonesia.

Menparekraf hadir didampingi Sesmenparekraf Dra. Ni Wayan Giri Adnyani,M.Sc.CHE dan beberapa jajaran Deputy seperti Rizki Handayani dan Wisnu Bawa Tarunajaya, serta jajaran lainnya.

Paparan Ketua Umum DPP AHLI I Ketut Swabawa, CHA, antara lain :

Pertama, Memperkenalkan AHLI sebagai asosiasi para pimpinan pada 4 sektor pariwisata : usaha perhotelan, usaha makanan dan minuman, usaha perjalanan wisata serta lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang siap mendukung pemerintah dan bersinergi dengan stakeholders pariwisata lainnya dalam memajukan pariwisata Indonesia.

Kedua, Menjelaskan peran strategis AHLI dalam konsep kolaborasi untuk percepatan realisasi program-program pembangunan kepariwisataan di Indonesia secara efektif dan efisien serta meningkatkan daya saing di kancah internasional yang lebih produktif dengan semangat inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Ketiga, Memohon perkenan Menparekraf : 1). Agar berkenan sebagai Pelindung AHLI dan memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh member AHLI dalam audiensi ini, 2). Agar berkenan mengukuhkan kepengurusan periode perdana 2021-2022, serta 3). Agar berkenan mengikutsertakan AHLI dalam program pembangunan kepariwisataan sesuai bidang keahlian yang dimiliki

Disisi lain, Ketua Dewan Pendiri AHLI, Ferdi Arminius,MBA.,CHGM.,CHA memaparkan bahwa ide awal sejak 2018 lalu untuk menciptakan suatu kondisi kerjasama antar industri pariwisata dalam visi misi dan spirit yang sama untuk memajukan pariwisata Indonesia.

BACA JUGA:  HBI Sukses Selenggarakan Arak Bali Festival 2019

Ferdi menambahkan, momentum pandemi ini mendorong untuk merealisasikan ide tersebut bersama 15 orang dalam tim perumus dari Bali, Jakarta, Lampung, Bandung, Palangkaraya, Padang dan sebagainya dari unsur ke-4 sektor pariwisata dimaksud.

Dirinya berharap, Menparekraf dapat mengayomi AHLI dengan berkenan sebagai Pelindung sebagaimana dimohonkan juga oleh Ketum AHLI dan melibatkan AHLI sebagai salah satu mitra komunitas strategis bersama komunitas lainnya.

Sementara itu, Menparekraf RI Sandiaga Uno menyambut baik terbentuknya asosiasi baru ini yang mengedepankan konsep kolaborasi antar pimpinan usaha pariwisata, serta mengapresiasi terbentuknya di masa sulit di mana dibutuhkan sebuah karya nyata yang bermanfaat.

“Leaders harus mampu menjadi contoh, mampu mengispirasi, memiliki intelektualitas tinggi dan memiliki passionate and energetic (kerja keras, tuntas, cerdas, ikhlas),” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menpar menambahkan, untuk meningkatkan kapasitas diri, pemimpin harus dengan terus belajar atau long life learner sehingga dapat bersaing global. Dan leaders harus berjiwa entrepreneur yang selalu berinovasi dan berjiwa risks taker.

Dikesempatan itu Sandiaga Uno juga berpesan, Pertama; agar AHLI dapat konsisten dalam berkontribusi untuk memajukan pariwisata Indonesia, Kedua; Menghimbau untuk menciptakan terobosan yang kreatif dan inovatif sebagai salah satu opsi dalam merespon masa sulit di tengah pandemi saat ini, Ketiga; Mengundang AHLI menjadi mitra industri dan profesi dalam mengeksekusi program-program Kemenparekraf.

Seperti diketahui, Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) disosialisasikan secara nasional pada 17 Agustus 2021 dan akan dikukuhkan pada 27 September 2021 bersamaan dengan World Tourism Day. Tercatat dalam Akta Pendirian pada notaris di Jakarta dan hingga saat ini memiliki 538 anggota dengan 18 DPD di tingkat provinsi seluruh Indonesia. (SW)