Destinasi News

Nyoman Astama : Ukraina, Salah Satu Pasar Eropa Potensial Bagi Bali

Denpasar, Lintasbali.com – Ukraina adalah satu negara keseluruhan terluas yang berada dalam wilayah Eropa dan menempati urutan ke-46 negara terluas di dunia dengan luas wilayah 603,628 km persegi termasuk wilayah Bukit Krimea yang masih dalam sengketa dengan Rusia.

Dengan jumlah penduduk sekitar 44.9 juta (data 2019), menjadikannya sebagai negara dengan penduduk ke-32 terpadat di dunia. Ini menjadikan Ukraina sebagai salah satu pasar potensial bagi Bali. Pada tahun 2019 berdasarkan data dari Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta terdapat 36.000 warga Ukraina ke Bali untuk tujuan wisata.

Nyoman Astama, Ketua DPD IHGMA Bali saat ditemui di Denpasar mengatakan, benerapa alasan lain khususnya semasa pandemi COVID-19 yaitu Ukraina sudah membuka dirinya untuk pengunjung sejak 15 Juni 2020. Sekedar informasi awal, Ukraina menempatkan Indonesia sebagai negara green zone (zona hijau) sehingga warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Ukraina sudah bisa melakukannya dan terpenting Ukraina mengijinkan warganya untuk bepergian ke Indonesia.

Industri hospitality di Ukraina berkembang sangat pesat. Setelah berlakunya perjanjian perdagangan bebas antara Ukraina dan Uni Eropa pada 1 September 2017, industri penerbangan Ukraina berkembang pesat. Lebih dari 19 juta orang melakukan perjalanan melalui bandara-bandara Ukraina pada tahun 2018, meningkat 24,7% dari tahun sebelumnya. Lima bandara utama Ukraina antara lain International Airport Kyiv, Boryspil, Lviv, Odesa, Kharkiv menangani 95% dari semua trafik penumpang di Ukraina.

Pertumbuhan perhotelan di Kyiv, Ibukota Ukraina, didorong utamanya oleh perjalanan bisnis lalu diikuti oleh wisata budaya. Sesuai riset yang dilakukan oleh STR, tingkat hunian rata-rata adalah 50% lebih, dari sekitar 11,000 kamar yang ada dengan 110 hotel, dan ini masih di bawah kota-kota di negara Eropa lainnya yang mencapai rata-rata 72%.

BACA JUGA:  Warga Muslim dan Milenial Siap Menangkan Paslon AMERTA Nomor 2

Secara umum tingkat hunian kamar rata-rata di Kyiv meningkat 2-3% pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. RevPar hotel Kyiv tumbuh 9,4% menjadi Hr 1.503 (US$ 54) pada tahun 2018.

Menurut JLL Consulting, hotel upscale di Kyiv memiliki tingkat hunian kamar rata-rata 45,9% pada tahun 2018, tidak mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan tingkat hunian kamar terjadi pada hotel lower-end.

Menurut Colliers International, midscale hotel mengalami peningkatan tingkat hunian kamar sampai 5% poin pada tahun 2018, menjadi 55-65%. Sumber utama pengunjung dengan tujuan bisnis ke Kyiv datang dari Inggris, Amerika, Perancis, Spanyol, Jerman, Israel, Turki dan Cina. Pada masa COVID ini tingkat hunian hotel-hotel di Ukraia sudah mulai menembus 2 digit. (Red/Rls)