Seputar Bali

Pacific Amphibious Leaders Symposium Resmi Ditutup, Keamanan Maritim Indo-Pasifik Jadi Prioritas 24 Negara

MANGUPURA, lintasbali.com – Perhelatan tahunan Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) Tahun 2023 resmi ditutup oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, SE, MM, M.Tr (Han) dan Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat, Pasific, Letnan Jenderal William Jurney, ditandai dengan pemukulan gong pada Kamis, 14 Juli 2023 bertempat di tepi pantai Hotel Hilton Bali, Nusa Dua, Bal.

Acara diawali dengan suguhan pameran alutsista Korps Marinir TNI Angkatan Laut seperti, Rantis P6 ATAV V3, Rantis Comando P2KM, 1 unit RDO Marinir, Rubber Duck Operation, Kraka Denjaka, alat selam, hidrolik motor pump, combi chutter, rescue cutter, search cam, rescue rotary saw, cheinsaw, scba, tme asendwe with gas oline engine, full body harnes, roll tali karmantel, inpanic desender, hand jummuer, difigur, dan singgel pulley, yang kesemuanya digunakan untuk penanggulangan awal bencana.

Usai melihat statik show para delegasi menyaksikan video opening demonstrasi Rubber Duck Operation dan penjelasan tentang demonstrasi RDO kepada seluruh delegasi yang hadir.

Penutupan Kegiatan Pacific Amphibious Leaders Symposium, Marinir Indonesia menampilkan demonstrasi kemampuan RDO atau Rubber Duck Operation dalam Humanitarian Assistance Disaster Relief serta peranan pasukan amfibi yang dimiliki oleh Marinir Indonesia.

Rubber Duck Operation kali ini bertujuan memproyeksikan kekuatan dari udara lewat laut ke darat dengan menggunakan sarana perahu karet yang diangkut menggunakan pesawat dalam rangka penanggulangan bencana pada tahap awal guna melihat situasi dan kondisi awal pasca terjadinya bencana alam, sehingga dapat dilaporkan ke satuan atas untuk tindakan selanjutnya dalam rangka memberikan bantuan serta dukungan sarana dan prasarana yang harus dikirim ke lokasi bencana, setelah pasukan mendarat dan mengevaluasi situasi daerah tersebut.

BACA JUGA:  Perjuangkan SPA, Bali Spa Bersatu Teken MoU Dengan ASPI dan ASTI

Demontrasi Rubber Duck Operation kali ini dilaksanakan oleh Pasukan Khusus (Pasus) TNI Angkatan Laut dari Detasemen Jalamangkara atau Denjaka dan Intai Amfibi Marinir (Taifib) dengan menggunakan tiga perahu karet dan 21 personel yang diterjunkan dari udara menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

Dalam kegiatan Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) Tahun 2023, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marines Forces Pacific (Marforpac) menjadi tuan rumah bersama pada kegiatan pertemuan para pemimpin atau Komandan Korps Marinir di wilayah Indo- Pasifik yang berlangsung sejak Senin, 10 Juli 2023.

PALS adalah kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Marines Forces Pacific atau Pasukan USMC di wilayah Pasifik. Kegiatan ini merupakan ajang pertemuan para pemimpin pasukan Amfibi/Marinir yang berada di kawasan Pasifik dan sekitarnya.

Kegiatan PALS tersebut dipimpin Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, SE, MM, M.Tr (Han) dan Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat, Pasific, Letnan Jenderal William Jurney.

Diikuti 24 negara dengan tujuan untuk mempertemukan para Komandan Marinir/Satuan Amfibi seluruh negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik dan juga merupakan perhelatan penting untuk memperkuat hubungan diantara komunitas negara yang memiliki kemampuan serbuan amfibi di wilayah Pasifik.

Kegiatan PALS pada tahun ini diikuti 24 negara dari seluruh Indo-Pasifik, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Eropa sbb: 1) Australia 2) Bangladesh 3) Brazil 4) Chile 5) Colombia 6) Ecuador 7) Fiji 8) France 9) Indonesia 10) Japan 11) Rep. Korea 12) Malaysia 13) Maldives 14) Mexico 15) Netherland 16) New Zealand 17) Peru 18) Philippines 19) Singapore 20) Sri Lanka 21) Thailand 22) Timor Leste 23) United Kingdom 24) Unites States.

BACA JUGA:  Perusahaan Logistik Wajib Tanggung Biaya Rapid Test Awak Kendaraannya

Sedangkan negara-negara peserta yang terlibat dalam diskusi tersebut membahas aspek-aspek penting dari operasi amfibi, kepemimpinan melalui modernisasi kekuatan dan pentingnya interoperabilitas multilateral dalam bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.

Selain seminar acara ini dirangkai dengan diskusi panel oleh para delegasi dan perwira perwira senior yang memiliki keahlian dari berbagai bidang, dengan harapan akan tercipta interaksi positif serta memberikan informasi kepada seluruh delegasi tentang pentingnya menjaga keamanan maritim di wilayah Indo-pasifik. (Rls)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!