DENPASAR, lintasbali.com – Rangkaian Sanur Village Festival (SVF) 2025 terus berlanjut dengan semarak berbagai kegiatan seni dan fotografi. Setelah sukses digelar pada 7–9 November 2025 di Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur, kemeriahan Semarak Sanfest 2025 kini hadir melalui Pameran Foto yang berlangsung di Santrian Art Gallery pada 21–22 November 2025.
Selain pameran karya, acara tersebut turut diramaikan oleh Talkshow bertajuk “Cyanotype di Era Fotografi Digital”, menghadirkan Kaprodi Fotografi ISI Bali, Ida Bagus Candrayana, S.Sn., M.Sn., pada Jumat, 21 Nopember 2025. Talkshow ini sekaligus menjadi pembuka resmi pameran serta rangkaian kegiatan pengumuman pemenang lomba foto. Adapun jajaran juri Semarak Sanfest 2025 terdiri dari Tjandra Hutama Kurniawan, Ida Bagus Candrayana, dan I Made Dollar Astawa.
Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik yang Tetap Diminati
Usai talkshow, Candrayana menjelaskan bahwa teknik cetak alternatif cyanotype merupakan metode fotografi klasik yang tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Cyanotype itu proses cetak lama, tetapi masih sangat bisa digunakan pada era digital ini. Prosesnya sederhana dan bisa dikolaborasikan dengan teknologi digital. Bahan-bahannya pun masih mudah ditemukan di kalangan fotografer dan pecinta cetak alternatif,” jelasnya.
Ia menambahkan, cyanotype mampu menghasilkan karakter visual yang unik dan memberi ruang eksplorasi kreatif.
“Kita bisa bereksperimen dengan cairan teh atau kopi untuk mengubah warna biru cyanotype menjadi sepia, memberi kesan seperti foto-foto era lampau,” ujarnya.
Dalam pameran kali ini, setidaknya tiga karya yang dipamerkan menggunakan teknik cyanotype, menambah kekayaan visual pameran.
Antusiasme Peserta Meningkat
Salah satu juri sekaligus penggiat fotografi Bali, Tjandra Hutama Kurniawan, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Seluruh karya dikirim melalui Instagram dengan menambahkan tagar #lombafotosvf2025 dan #semaraksanfest2025.
“Ada 375 karya yang masuk dari berbagai kalangan mahasiswa, fotografer profesional, penghobi fotografi, hingga pengunjung festival,” ungkapnya.
Proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahap penyaringan: 375 foto diseleksi menjadi 53 foto, lalu dipersempit menjadi sekitar 20 foto, yang akhirnya melahirkan 20 nominasi dari 17 fotografer.
Para peserta memperebutkan 13 penghargaan, terdiri dari 10 juara harapan dan 3 juara utama, dengan total hadiah Rp16 juta. Penilaian mencakup aspek estetika, teknik, komposisi, warna, momen, serta relevansi foto terhadap tema Sanur Village Festival. Penggunaan drone tidak diperbolehkan demi menjaga keamanan area festival.
Pemenang Lomba Foto Semarak Sanfest 2025 antara lain :Juara 1 : I Wayan Darsana – @darsanaajoes; Juara 2 : I Ketut Raka Bujangga – @rakabujangga dan Juara 3 : M. Abu Hasan – @artsan77_
Semarak Sanfest, Bagian Penting dari Sanur Village Festival
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), Ida Bagus Gede Sidharta Putra, atau akrab disapa Gusde Sidharta, menegaskan bahwa Semarak Sanfest telah menjadi elemen penting dalam SVF.
“Semarak Sanfest merupakan lomba fotografi yang bertujuan menangkap suasana dan semarak festival. Tahun ini merupakan tahun kedua konsep ini diterapkan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para fotografer muda yang turut berpartisipasi.
“Kami berterima kasih kepada para fotografer muda yang telah menghadirkan karya berkualitas dan mempresentasikan Sanur Village Festival secara optimal,” tambahnya.
Gusde menekankan bahwa Sanur Village Festival sejak awal adalah festival budaya, bukan sekadar festival musik. SVF memadukan seni rupa, seni patung, seni pertunjukan, instalasi, fotografi, hingga berbagai workshop kreatif.
“Sanur Village Festival adalah perhelatan budaya sekaligus sarana promosi pariwisata. Ke depannya, bukan tidak mungkin akan digelar lomba video,” tutupnya. (LB)




