Seputar Bali

PELANGI BALI Himbau Masyarakat Berhati-hati Dalam Menaikkan Layang-layang.

Denpasar, Lintasbali.com – Persatuan Layang-layang Indonesia Daerah Bali (Pelangi Bali) sebagai induk organisasi yang mewadahi para Pelayang di Bali, sangat prihatin dengan kejadian yang belakangan ini terjadi akibat dari menaikkan layang-layang tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

Tidak bisa dipungkiri saat ini bermain layangan adalah salah satu cara mengisi watu luang sekaligus dijadikan sebagai hiburan bagi masyarakat dan Rare Angon Bali (sebutan pelayang di Bali) di tengah situasi pandemi covid 19.

Ida Bagus Alit Suryana ,S.Ag., M.Si, Sekretaris Pelangi Bali.

Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si, Sekretaris Pelangi Bali mengatakan saat ini banyak sekali layangan yang mengudara di langit dengan berbagai jenis dan ukuran. Hal tersebut memang dikarenakan masyarakat Bali hoby dalam bermain layang-layang khususnya jenis Tradisional Bali yaitu Bebean, Janggan dan Pecukan.

“Pelangi Bali menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bermain layang-layang agar jangan menaikkan layangan di pinggir jalan, dekat jaringan listrik atau tempat lainnya yang mungkin dapat mengganggu ketertiban umum, disamping itu hembusan angin juga kadang-kadang kencang sehingga menyebabkan layangan tidak stabil di udara”, kata Alit Suryana saat ditemui di Denpasar, Rabu (24/6).

Petugas PLN yang sedang menurunkan layangan yang tersangkut di kabel listrik

Seperti beberapa pemberitaan di media cetak dan online yang menayangkan banyak layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik sehingga menyusahkan petugas PLN untuk melepaskannya. Hal ini berujung pada padamnya listrik dibeberapa tempat.

Tidak hanya itu, banyak juga pengendara kendaraan bermotor yang melintas kena tali layangan yang kebetulan melintang dijalan akibat layangannya terputus. Situasi ini mendapatkan perhatian serius dari Pelangi Bali.

Pihaknya juga menyadari semakin berkurangnya lahan terbuka untuk menaikkan layangan terutama di perkotaan, hingga banyak pelayang menaikkan layangan dari rumah dengan memasang tiang bambu lengkap dengan kaitan tali sebagai alat membantu menerbangkan layangannya.

BACA JUGA:  Pemugaran Pura Agung Jagatnatha Gunakan Ornamen Bebadungan

Sementara itu, I Gusti Ngurah Arya Wardana, S.Sos, Bendahara Pelangi Bali mengatakan seharusnya Pelangi Bali melaksanakan Bali Kite Festival ke-42 pada Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6) di Pantai Padanggalak. Namun karena mengikuti arahan dan himbauan dari Pemerintah Provinsi Bali, untuk sementara Bali Kite Festival ke-42 tidak dilaksanakan akibat pandemi covid-19.

I Gusti Ngurah Arya Wardana, S.Sos, Bendahara Pelangi Bali

Masyarakat saat ini cenderung membuat layangan kreasi dengan ukuran tertentu agar dapat dinaikkan di rumah. Menaikkan layang-layang disekitar rumah juga wajib memperhatikan keadaan sekitar. Agar kejadian yang belakangan ini terjadi tidak terulang lagi yang dapat menimbulkan korban.

“Mari kita bermain layangan dengan baik. Tidak mengganggu kepentingan dan fasilitas umum sehingga tidak merugikan orang banyak. Salam Rareangon.. Jayalah di udara..,” pungkas Arya Wardana. (Red/LB/Ariek)

Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!