Pendidikan

Pembimas Hindu DKI Jakarta Tekankan Tiga Aspek Bagi Kontingen Bali di Jambore Nasional 2026

JAKARTA, lintasbali.com — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Ni Putu Suparini, S.E., M.Pd, memberikan Dharma Wacana kepada peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 Kontingen Bali di Wantilan Pura Widya Dharma, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Bali tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter bagi peserta Kontingen Bali yang mengikuti kegiatan nasional di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam Dharma Wacana-nya, Ni Putu Suparini mengingatkan para peserta agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, serta nama baik Bali selama mengikuti seluruh rangkaian Jambore Nasional. Menurutnya, kehadiran peserta sebagai representasi Bali di tingkat nasional tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan dan prestasi, tetapi juga melalui karakter dan kepribadian.

“Ketika membawa nama Bali dalam kegiatan nasional, yang harus kita jaga adalah etika, estetika, dan logika. Etika berkaitan dengan bagaimana kita bersikap dan menghormati orang lain, estetika tercermin dari kerapian, kesopanan, dan keindahan perilaku, sedangkan logika mengajarkan kita untuk berpikir sebelum bertindak dan mengambil keputusan dengan bijaksana,” ujar Suparini.

Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut perlu berjalan seimbang. Etika menjadi landasan dalam berinteraksi, estetika tercermin dalam penampilan dan perilaku, sedangkan logika diperlukan agar setiap tindakan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

“Jadilah duta Bali yang mampu menunjukkan nilai-nilai luhur budaya Bali di tengah keberagaman peserta dari seluruh Indonesia. Tunjukkan bahwa generasi muda Bali memiliki karakter, disiplin, santun, bertanggung jawab, sekaligus mampu beradaptasi dan menghargai perbedaan,” lanjutnya.

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DKI Jakarta memiliki tugas utama dalam melakukan pembinaan terhadap lembaga keagamaan, pendidikan agama, penyuluhan, serta penguatan kerukunan umat Hindu di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, tugas tersebut juga mencakup koordinasi lintas wilayah, termasuk dalam konteks pembinaan kehidupan keagamaan Hindu di kawasan Jabodetabek.

Kehadiran Pembimas Hindu dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pembinaan umat tidak berhenti pada aspek keagamaan secara formal, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter dan kepedulian sosial generasi muda.

Sebelum pelaksanaan Dharma Wacana, pada Rabu, 12 Agustus 2026, peserta Kontingen Bali melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Widya Dharma, Cibubur, Jakarta Timur.

Persembahyangan tersebut bertepatan dengan Rahina Tilem, yang menjadi momentum bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Suasana persembahyangan juga menjadi ruang bagi para peserta untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas XII.

Sementara itu, Kepala Otoritas Pura Widya Dharma Cibubur Jakarta, Made Martiana, menyambut baik kehadiran Kontingen Bali dan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan pura.

“Pura bukan hanya tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, pembinaan generasi muda, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap para peserta dapat membawa pengalaman serta nilai-nilai positif selama berada di Cibubur,” ujar Made Martiana.

Ditempat yang sama, Kepala Banjar Dharma Widya selaku Pengempon Pura Widya Dharma Cibubur, Nyoman Agus Asrama, menekankan pentingnya semangat pelayanan dalam kehidupan umat.

“Melayani Tuhan sama dengan melayani sesama. Jalankan konsep Tri Hita Karana dengan menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan,” kata Nyoman Agus Asrama.

Pesan tersebut sejalan dengan aksi kebersihan yang dilakukan peserta setelah kegiatan keagamaan. Kegiatan sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pembelajaran bahwa kegiatan spiritual hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Melalui Dharma Wacana, persembahyangan bersama, dan aksi kebersihan, rangkaian kegiatan Kontingen Bali di Pura Widya Dharma Cibubur tidak hanya menjadi bagian dari persiapan mengikuti Jamnas XII Tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter generasi muda Hindu.

Peserta diharapkan mampu membawa nilai-nilai luhur Hindu dan budaya Bali dalam pergaulan nasional dengan tetap menjunjung etika dalam bersikap, estetika dalam berperilaku, dan logika dalam berpikir, serta menjadikan semangat Tri Hita Karana sebagai pedoman untuk membangun hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Dengan demikian, keikutsertaan Kontingen Bali dalam Jambore Nasional XII tidak semata-mata menjadi ajang berkegiatan, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan wajah generasi muda Bali yang berkarakter, berbudaya, religius, peduli lingkungan, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman Indonesia. (Red/LB)

Post ADS 1