DENPASAR, lintasbali.com – Perbekel Desa Sanur Kaja, Made Sudana, mengatakan bahwa selama dua hari pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas tersebut, arus kendaraan terpantau lebih lancar dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Dua hari sudah berjalan bagus. Untuk sementara arus lalu lintas lancar walaupun masih ada yang melanggar, terutama sepeda motor yang ingin menuju Danau Beratan. Namun tidak mengakibatkan kemacetan. Yang penting penjagaan harus tetap ada selama masa percobaan ini,” ujar Made Sudana saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, penerapan rekayasa lalu lintas dengan pemasangan barier masih bersifat sementara dan akan dievaluasi setelah berjalan selama dua minggu. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan penyempurnaan sistem yang diterapkan.
“Setelah dua minggu akan ada evaluasi. Mungkin rambu-rambu perlu ditambah untuk mengingatkan masyarakat pengguna jalan agar lebih memahami pengaturan lalu lintas yang baru,” katanya.
Made Sudana menegaskan bahwa pemasangan barier merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi titik konflik kendaraan di persimpangan tersebut. Meskipun demikian, ia mengakui kemacetan masih berpotensi terjadi karena tingginya volume kendaraan dari arah Bypass Ngurah Rai menuju Jalan Hang Tuah.
Menurutnya, salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas di kawasan itu adalah kondisi ruas jalan yang awalnya cukup lebar dari arah timur, namun kemudian menyempit saat mendekati simpang Hang Tuah–Danau Beratan.
“Bagaimanapun kemacetan pasti masih ada, tetapi kendaraan bisa bergerak perlahan. Arus lalu lintas dari Bypass memang cukup padat menuju Hang Tuah. Ditambah lagi kondisi jalan yang menyempit di sekitar simpang tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum pemasangan barier, kendaraan yang hendak masuk ke Jalan Danau Beratan dan kendaraan dari Danau Beratan yang ingin menuju arah timur sering bergerak secara bersamaan. Kondisi itu kerap memotong arus lalu lintas di Jalan Hang Tuah dan menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang.
“Dengan adanya barier, pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib. Sebelumnya kendaraan yang masuk dan keluar Danau Beratan sering terjadi bersamaan sehingga memicu kemacetan panjang yang memotong arus di Jalan Hang Tuah. Karena itu saya menilai pemasangan barier ini sudah tepat,” tegasnya.
Pemerintah Desa Sanur Kaja berharap masyarakat dapat mematuhi aturan lalu lintas yang telah diterapkan selama masa uji coba sehingga tujuan utama untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan dapat tercapai. (LB/Arie)





